oleh: Andi Egon
Timnas PPI Delft berhasil meraih 1 poin hasil dari 3 pertandingan di babak penyisihan Piala Proklamasi 2008 yang berlangsung di Hilversum, Sabtu, 2 Agustus 2008.
Berbekal dengan semangat untuk membalas keterpurukan ketika berlaga di Groens Cup, disertai dengan latihan intensif selama 3 minggu terakhir di lapangan Tanhoff, berangkatlah menuju ajang kejuaraan Piala Proklamasi.
Pertandingan Pertama vs PKS Belanda 1 - 1
Bertanding melawan PKS belanda, PPI Delft bermain dengan formasi 3-3-1 dengan Andrew dibawah mistar gawang, trio Nicky - Tigor - Rahmadi dibelakang, Habib sebagai pengatur serangan ditengah, Irfun dan Dwi di posisi sayap dan Cak Edy sebagai ujung tombak.
PPI Delft sepenuhnya menguasai pertandingan babak pertama, namun harus kebobolan terlebih dahulu oleh gol Afan. Tertinggal 1 gol membuat PPI Delft terus menekan PKS Belanda. Terlihat lini tengah PPI Delft yang dipunggawai oleh Habib mampu memegang kendali permainan. Usaha PPI Delft pun membuahkan hasil setelah Habib mencetak gol cantik untuk menyamakan kedudukan.
Line up: Andrew, Nicky, Tigor, Rahmadi, Irfun, Habib, Dwi, Edy.
Subs : Zaki, Elpis, Egon
Pertandingan Kedua vs PPME Al Ikhlas 1 - 4
Pertandingan kedua melawan PPME Al Ikhlas, PPI Delft kembali bermain dengan formasi yang sama dengan perubahan komposisi pemaen. Rahmadi kali ini menjadi kiper dadakan, Marwan menggatikan posisi Rahmadi sebagai bek kiri, Andrew menggantikan Habib sebagai pengatur serangan, Ucup Togo menggantikan posisi Irfun.
PPI Delft kembali harus kebobolan terlebih dahulu. Setelah tertinggal 1 gol, PPI Delft kembali menekan PPME Al Ikhlas, dan usaha itu membuahkan hasil ketika Irfun berhasil menyamakan kedudukan. Namun kehilangan duet Bek tangguh Tigor - Nicky membuat PPI Delft harus kebobolan 3 gol lagi.
Pertandingan ini diwarnai dengan berbagai insiden semenjak awal pertandingan. Tercatat 4 pemain PPI Delft harus keluar lapangan karena cedera yaitu Cak Edy karena Kram, Nicky karena cedera otot lengan kanan, Andrew cedera kaki kanan, dan Tigor cedera kerusakan kacamata.
Insiden yang tidak bisa dilupakan yaitu ketika pemain asing PPME Al Ikhlas ketika mengambil tendangan bebas sempat menggaruk wajah seorang pemain. Disaat itu pula, pemain tersebut langsung emosi dan mengeluakan tombak dan parang sembari mengucap “Dont Touch Me!!!” berkali-kali. Seorang pemain lain pun tidak mau ketinggalan kemudian melontarkan ucapan “Hey you, white man, come here!!!”
Line up: Rahmadi, Nicky, Tigor, Marwan, Edy, Andrew, Ucup Togo, Dwi
Subs : Irfun, Egon, Habib, Zaki, Elpis, Boim
Pertandingan Ketiga vs PPME Amsterdam 1 - 2
Dikarenakan peluang sudah semakin tipis, ditambah Nicky sudah tidak bisa bermain lagiĀ pada pertandingan ketiga ini, maka Kapten Tim Andrew merubah formasi menjadi 2-3-2. Andrew kembali berada di bawah mistar gawang, Ucup Togo menggantikan Nicky untuk berduet dengan Tigor di pertahanan. Egon dan Edy di sayap kiri dan kanan , Habib kembali di sebagai pengatur serangan. Duet Rikrik dan Elpis di lini depan.
PPI Delft mengawali pertandingan ketiga ini dengan tenang dan sabar dalam mengorganisir serangan ke arah lawan, Namun petaka datang ketika Ucup dinyatakan melakukan pelanggaran terhadap pemaen lawan, sehingga wasit memberikan penalti kontroversial kepada tim lawan. PPI Delft berhasil menyamakan kedudukan oleh kerjasama apik trio pemaen pengganti Marwan, Zaki dan Boim yang mampu menyelesaikan peluang dengan dingin. Terus menyerang, akhirnya PPI Delft kembali harus kebobolan.
Pertandingan diakhiri secara kontroversial di menit ke 25 setelah wasit meniup peluit panjang 5 menit sebelum pertandingan seharusnya berakhir. Keputusan kontroversial ini membuat emosi pemain-pemain PPI Delft meledak. Tidak terima dengan keputusan ini, PPI Delft mengadu ke panitia, namun itu tetap tidak mengubah keputusan wasit. Ketika ditanyakan apakah alasan menghentikan pertandingan, wasit secara spontan menjawab “Sudah…. sudah masih untung itu…. kalian sudah main kasar tadi”, suatu jawaban yang kurang relevan. Mungkin alasan yang tepat adalah korting 5 menit dari paket diskon 10 minuten halen 15 minuten betalen.
Line up: Andrew, Edy, Tigor, Ucup Togo, Egon, Habib, Rikrik, Elpis
Subs: Marwan, Zaki, Boim, Dwi, Ifrun
***
Dengan poin akhir 1, maka pupuslah harapan PPI Delft untuk melangkah ke babak semifinal. Harapan terakhir untuk meraih tim paling ‘fair-play’ pun pupus mengingat setiap pertandingan PPI Delft selalu dilewati dengan keributan dan kericuhan.
Sebagian anggota timnas langsung balik menuju Delft tercinta. Sedangkan sebagian anggota timnas lainnya menuju Amsterdam untuk melihat parade ‘Gay Pride’.
*diedit oleh: tim website*


