• Home
  • Organisasi
  • Tentang Delft
  • FAQ
PPI Delft
Perhimpunan Pelajar Indonesia Delft
  • Categories

    • Aktifitas PPI (42)
    • Artikel (11)
    • Event (11)
    • Informasi (69)
    • Jalan-jalan Yuk (3)
    • KOPI Delft (27)
    • Mak Nyuss (2)
    • Resep Nenek (5)
    • Secangkir Kopi (3)
    • Umum (20)
    • Uncategorized (3)
  • Archives

    • March 2010
    • December 2009
    • November 2009
    • October 2009
    • September 2009
    • August 2009
    • June 2009
    • May 2009
    • April 2009
    • March 2009
    • February 2009
    • January 2009
    • December 2008
    • November 2008
    • October 2008
    • September 2008
    • August 2008
    • July 2008
    • March 2008
    • February 2008
    • December 2007
    • November 2007
    • October 2007
    • September 2007
    • August 2007
    • July 2007
    • April 2007
  • Links

    • Log in
    • PPI Maastricht
    • PPI Den Haag
    • PPI Amsterdam
    • PPI Wageningen
    • PPI Groningen
    • PPI Belanda
    • Jadwal Transportasi Pesawat (Schiphol)
    • Simulasi Mesin Tiket Kereta
    • Panduan perjalanan di Belanda (www.9292ov.nl)
    • Transportasi Kereta NS (www.ns.nl)
    • Website TU Delft
    • Perpustakaan TU Delft
    • Website Unesco-IHE
    • InHolland Delft
    • Kota Delft
    • NESO
    • KBRI Belanda
    • Nuffic
    • ISSM 2008

  • Designed by:
    Wordpress themes

Jan 30

Undangan Kolokium PPI Delft (KOPI Delft) 4

Aktifitas PPI, Informasi, KOPI Delft Tidak ada komentar »

Dear All,

Dengan ini mengundang kawan-kawan semua untuk menghadiri acara KOPI Delft (Kolokium PPI Delft) yang ke-4, yang akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal : Jumat, 6 Februari 2009
Jam : 16:00 - 17:30
Tempat : Zaal F, Fac 3mE, Mekelweg 2, 2628 CD, Delft

Tema kita kali ini adalah :
“Diagnosa berbasis mikrofluida: peluang menuju kemandirian medis di Indonesia?”,

Yang akan disampaikan oleh kawan kita Dr. Ir. Gea Oswah Fatah Parikesit.

Untuk kawan-kawan yang penasaran tentang apa yang akan dibahas, dibawah ini adalah abstrak dari bahan diskusi kita kali ini, sampai jumpa hari jumat.

Salam,

a.n Tim KOPI Delft

====================================

“DIAGNOSA BERBASIS MIKROFLUIDA: PELUANG MENUJU KEMANDIRIAN MEDIS DI INDONESIA?”
Gea Oswah Fatah Parikesit

Saat flu burung mulai merebak di sejumlah negara, seluruh penjuru dunia segera tercekam kekuatiran akan penyebarannya. Kasus ini menjadi contoh di mana peta kesehatan secara global tidak melulu dipengaruhi oleh para praktisi medis di negara-negara maju, melainkan justru lebih banyak ditentukan oleh kompetensi dan kemandirian para peneliti biomedis dan tenaga kesehatan di negara-negara berkembang.

Secara teknologi, perangkat diagnosa berbasis mikrofluida dapat membantu memecahkan masalah ini, jika mampu memenuhi sejumlah syarat berikut:
(i) biaya yang sangat murah,
(ii) tahan banting, terutama terhadap variasi cuaca dan keterbatasan infrastruktur di negara berkembang,
(iii) pemakaian yang sangat mudah, sedemikian sehingga dapat dioperasikan secara mandiri meskipun tanpa kehadiran dokter ahli,
(iv) limbah dapat dimusnahkan tanpa membahayakan lingkungan lokal.

Walaupun perkembangannya tampak menjanjikan baik dari sisi aplikasi medis maupun disain keteknikan, keberhasilan teknologi ini *hanya* akan tercapai jika aplikasinya disesuaikan dengan budaya, batasan sosio-ekonomi serta kebutuhan masyarakat setempat.

Dalam KOPI Delft kali ini, kita akan mendiskusikan sampai sejauh mana tantangan yang bersifat multi-disipliner tersebut dapat diubah menjadi peluang menuju kemandirian medis di Indonesia.

Jan 26

KOPI Delft 3 dalam Rekaman

Aktifitas PPI, Informasi, KOPI Delft Tidak ada komentar »

Bagi pengunjung website PPI Delft yang tidak berkesempatan menghadiri secara langsung pada hari Jumat, 23 Januari 2009 yang lalu, kini dapat mengikutinya lewat rekaman video di Youtube.

Bila browser anda tidak dapat menampilkan embedded video tersebut, silakan klik link berikut untuk melihat playlist rekamannya di website Youtube.

http://www.youtube.com/view_play_list?p=87B67F4C03387761

Jan 24

Laporan KOPI Delft 3

Aktifitas PPI, Informasi, KOPI Delft 2 Komentar »

Prospek dan Permasalahan Aktivitas Eksplorasi Minyak dan Gas di Indonesia

Oleh: Yugi Sukriana

Kepulauan Indonesia kaya akan cekungan sedimen yang merupakan jenis batuan berhidrokarbon dan setiap cekungan memiliki prospek dalam eksplorasi minyak. Menurut data, terdapat lebih dari 40 areal cekungan sedimen, demikian disampaikan Duddy Ranawijaya didalam acara Kolokium PPI-Delft (Kopi Delft), Jumat Sore di gedung Fakultas Mechanical Maritime & Material Engineering (3mE), Universitas Teknologi Delft (TU Delft), Delft, Belanda.

Sambil menunjukan peta kepulauan Indonesia berikut lokasi-lokasi cekungan sedimen yang tersebar diantaranya, Duddy, staff departemen Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) yang juga kandidat PhD dari Applied Geology TU Delft ini juga mengemukakan tentang masih banyaknya potensi cekungan di kepulauan Indonesia yang belum tergali. Akibatnya, Indonesia, sejak tahun 2004 resmi menjadi net-Importer minyak karena jumlah produksi yang menurun di satu sisi sementara jumlah konsumsi yang terus meningkat setiap tahunnya.

Masih menurut Duddy, rendahnya aktifitas eksplorasi ini disebabkan oleh aktifitas eksplorasi migas di Indonesia “jalan di tempat” karena iklim bisnis eksploitasi yang tidak kondusif yang pada gilirannya mengakibatkan kurangnya riset dibidang ekporasi ini.

Sementara itu, aktifitas eksplorasi bukanlah merupakan aktifitas yang mudah dilakukan, eksplorasi membutuhkan biaya yang besar, teknologi yang mutakhir serta banyak nya tenaga ahli di lapangan yang andal, dan untuk ketiga hal itu, potensi lokal kita masih kalah dengan apa yang bisa disediakan oleh perusahaan-perusaha an multinasional.

Beberapa pertanyaan diajukan oleh para peserta KOPI delft seputar peluang anak bangsa untuk dapat berkiprah serta turut ambil bagian dalam aktivitas eksplorasi migas. Menurut Duddy, peluang itu ada, bahkan ilmuwan Indonesia bisa masuk melalui pintu aktivitas eksplorasi yang diselenggarakan oleh pemerintah yang orientasinya lebih kepada riset dibanding orientasi bisnis yang menuntut beban tingkat kesuksesan yang tinggi seperti yang pada umumnya dilakukan oleh perusahaan-perusaha an asing. Dengan keterlibatan talenta ilmuwan-ilmuwan Indonesia, yang diantaranya merupakan para peserta KOPI Delft, besar harapan bahwa anak bangsa bisa mengolah potensi alamnya sendiri secara mandiri.

Acara KOPI Delft merupakan acara rutin yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia Kota Delft (PPI-Delft) sebagai sarana para mahasiswa Indonesia di Delft untuk saling berbagi serta berdiskusi tentang ilmu yang dipelajarinya di universitas- universitas di kota Delft serta mengaitkan relevansi ilmunya dengan kondisi Indonesia. Cuaca dengan hujan dan angin kencang yang kurang bersahabat tidak mengurungkan niat sejumlah peserta untuk menghadiri acara. Acara ini ditutup dengan foto bersama sesama peserta, dan dengan penuh harapan akan masa depan Indonesia yang lebih baik, tentunya!

Jan 22

Kota: Komandan Tiga

Event, Informasi 1 Komentar »
Kota: Komandan Tiga

Kota: Komandan Tiga

PPI Enschede akan mengadakan kompetisi band (KOMANDAN 3) untuk seluruh pelajar Indonesia yang ada di Belanda.

Kompetisi akan digelar tanggal 14 Maret 2009 bertempat di Atrium Bastille, University of Twente, Enschede. Untuk band yang berminat bergabung, segera hubungi panitia karena tempat terbatas.

Download:
- Regulasi Kota
- Form Pendaftaran Kota

Jan 21

Undangan Kolokium PPI Delft (KOPI Delft) 3

KOPI Delft Tidak ada komentar »

Salam,

Kami ingin mengundang kembali teman-teman untuk datang ke acara kolokium PPI Delft (KOPI Delft) selanjutnya yang akan diadakan pada:

Hari / Tanggal : Jumat, 23 Januari 2009
Jam
: 16:00 - 17:30
Tempat
: Gedung Fakultas Mechanical, Maritime & Materials Engineering   (3mE), TU Delft, Faculty Room - Mekelweg 2, 2628 CD Delft
Pembicara
: Bpk. Duddy Ranawijaya
PhD student di Faculty of Civil Engineering & Geosciences, TU Delft

CEKUNGAN SEDIMENTER KEPULAUAN INDONESIA:

Prospek dan Keterbatasan Eksplorasi Migas

Duddy A.S. Ranawijaya

Abstrak

Keberagaman tektonik dan fisiografi “benua maritime”(Katili, 1997) kepulauan Indonesia tidak bisa dipungkiri merupakan anugrah Tuhan YMK yang wajib disyukuri. Betapa tidak, kondisi geologi tersebut sejak jaman Kapur (Cretasius = 76 ma (juta tahun) untuk Indonesia barat dan masa Paleozoikum Akhir (= 250 ma) untuk Indonesia timur telah membentuk lebih dari 40 areal cekungan batuan sedimen yang merupakan jenis batuan yang dapat mengandung hidrokarbon. Sementara dari setiap areal cekungan bisa terdiri dari lebihdari satu cekungan atau subcekungan atau tepian pasif benua atau sutura atau dan lain sebagainya yang mempunyai prospek dalam eksplorasi migas.

Namun pada kenyataan lain, sejak 24 tahun yang lalu kemajuan eksplorasi migas Indonesia dapat dikatakan “jalan ditempat” (stagnant) dikarenakan “iklim” berbisnis eksploitasi migas yang tidak kondusif yang berdampak pada kurangnya kegiatan eksplorasi yang pada akhirnya mengurangi kegiatan riset bidang ini. Mandeknya eksplorasi ini sangatlah disayangkan, karena telah memberikan indikasi negatif yang tercermin dari sejak dikeluarkannya pernyataan resmi pemerintah pada tahun 2000 (Menteri ESDM, Poernomo Yusgiantoro) bahwa cadangan minyak Indonesia tinggal 18 tahun lagi. Lalu pada desember tahun lalu IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) memberikan pernyataan tinggal 11 tahun lagi atau sekitar 4 miliar barel. Ironisnya, dari sekitar 60 cekungan sedimenter, baru 16 cekungan yang di eksplorasi dan dari 16 cekungan itu baru 40 persen yang terindikasi produktif. Namun demikian, bagi para ahli yang terkait pada bidang eksplorasi migas atau para pengamat, hal ini tentu saja merupakan lahan prospek untuk mengembangkan kegiatan eksplorasi maupun riset terkait.

Adalah cukup bijaksana bila kepelikan keadaan di atas disimpulkan dengan menurunkan salah satu pertanyaan mendasar yaitu : “Apakah yang menjadi kendalanya?”. Pertanyaan inilah yang menurut penulis perlu mendapatkan pencerahan dari rekan-rekan mahasiswa atau ilmiawan seputar kita di TU Delft.

Oleh: Zaki Saldi, koordinator Divisi Kajian Ilmiah di milis PPI-Delft

Jan 17

Persiapan Pulang ke Indonesia

Artikel 11 Komentar »

Oleh: Rizli Avriananda Anshari

Setelah menyelesaikan masa study di Belanda, ada beberapa hal yang harus diperhatikan menjelang kepulangan. Hal hal tersebut berkaitan dengan proses proses administratif yang sudah dilakukan ketika mendarat di Belanda untuk pertama kali.

1. Deregistrasi alamat dari Gementee setempat
Proses ini cukup mudah untuk dilakukan, cukup dengan datang ke Gementee kemudian mereka akan memberikan surat keterangan pindah dari Gementee ke Indonesia. Jika verblijf anda sudah habis masa berlakunya Gementee akan menyita Verblijf anda dan akan mengirimkannya ke IND.

2. Menutup rekening bank dan kartu kredit
Cukup datang ke Bank terdekat, kemudian mengisi form disertai dengan surat keterangan pindah dari Gementee. Namun untuk menutup kartu kredit, anda harus menelpon ke nomor tertentu. Hal ini dikarenakan proses administrasinya diurus oleh dua departemen yang berbeda.

3. Membatalkan kontrak telpon paskabayar
Bisa dilakukan dengan mengirimkan surat ke pihak provider telpon yang isinya menyatakan membatalkan kontrak dikarenakan pulang ke Indonesia. Sisipkan keterangan dari Gementee sebagai bukti. Ingat, lakukan proses ini 1 bulan sebelum tanggal kepulangan karena agak memakan waktu.

4. Pengiriman barang ke Indonesia
Ada berbagai cara untuk mengirim barang ke Indonesia, bisa menggunakan jasa dari TNT Post atau juga dengan menggunakan perusahaan ekspedisi kargo laut. Saya menggunakan cara kedua dengan menghubungi pihak IndoTurka.

Barang - barang yang akan dikirim di masukkan ke dalam Verhuisdoos yang biasa di beli dari Ikea, Gamma dan Kuantum. Disarankan untuk menggunakan kardus dari Gamma atau Kuantum karena lebih kuat. Biaya kirim perkardus untuk ke Jakarta sebesar 30 Euro. Bisa mendapatkan potongan harga jika ada surat keterangan dari KBRI.

Untuk informasi lebih lengkap silahkan lihat: http://www.indoturka.com

5. Lapor kepulangan ke KBRI
Jika anda telah melaporkan diri ke KBRI pada saat awal – awal kedatangan ke Belanda, diharapkan untuk melapor diri ke KBRI menjelang kepulangan.

6. Legalisasi Ijazah Bachelor/Master dari Belanda
Mungkin dari semua proses yang ada, ini adalah proses yang paling panjang dan memakan waktu. Ada tiga langkah yang harus dilakukan untuk melakukan proses legalisasi ijazah, yaitu:

a. IB-Groep
IB-Groep adalah badan yang mewakili kementerian pendidikan nasional belanda untuk melakukan legalisasi ijazah para pelajar di Belanda. Sayangnya IB-Groep terletak di Groningen yang sangat jauh dan makan waktu, apalagi dari Delft. Sebelum datang ke IB-Groep, anda diharuskan menghubungi mereka dahulu dan mem-fax fotokopi ijazah anda ke mereka. Kemudian setelah ijazah anda berhasil diverifikasi oleh pihak IB-Groep, anda bisa datang ke Groningen dengan membawa ijazah anda. Ijazah anda akan di cap oleh pihak IB-Groep. Anda bisa mengkopi ijazah anda untuk dilegalisasi tapi harus membayar 3 Euro per dokumennya dan ini belum termasuk biaya lainnya. Informasi lebih lanjut silahkan klik link berikut:
http://www.ib-groep.nl/InternationalVisitirs/Diploma_assessment/Going_abroad/s20_legalizing.asp

Kontak IB-Groep:
Kempkensberg 4, Groningen
+31 50 599 80

Pembayaran bisa menggunakan PIN atau Chipknip.

b. Departemen Luar Negeri Belanda (Ministerie van Buitenlandse Zaken)
Setelah mendapatkan cap legalisasi dari IB-Groep, pemegang ijazah harus memverifikasi ijazahnya ke kementerian luar negeri Belanda. Prosesnya jauh lebih mudah cukup datang ke alamat berikut ini:

Bezuidenhoutseweg 67, 2594 AC, Den Haag (Jalan kaki saja dari Den Haag Centraal Station)

Tidak perlu janji karena dapat langsung saja datang. Jam pelayanannya dimulai dari pukul 09.00 – 12.30. Lebih baik datang pagi, kemudian langsung ke lantai 1 menuju loketnya. Perdokumen dikenai biaya sebesar 10 Euro.

Pembayaran bisa menggunakan PIN atau Chipknip.

c. KBRI Indonesia
Akhirnya sampai juga ke proses yang terakhir. Pemegang ijazah yang telah memiliki cap dari IB-Groep dan Kementerian Luar Negeri Belanda bisa langsung menghadap bagian konsuler. Untuk cap ke ijazah aslinya dikenai biaya 20 Euro perdokumen, sedangkan untuk cap ke fotokopi dokumen dikenai biaya 10 Euro perdokumen.

Ingat: Pembayaran TIDAK bisa menggunakan PIN atau Chipknip. Bawa uang kontan dari rumah.

Baiklah sekian pengalaman saya ketika mengurus proses – proses administrasi kepulangan dari Belanda ke Indonesia. Semoga cukup jelas dan bisa membantu teman – teman semua.

Powered by WordPress .::. Designed by SiteGround Web Hosting .::. Customized by Divisi Website PPI Delft

cssandhtml