• Home
  • Organisasi
  • Tentang Delft
  • FAQ
PPI Delft
Perhimpunan Pelajar Indonesia Delft
  • Categories

    • Aktifitas PPI (42)
    • Artikel (11)
    • Event (11)
    • Informasi (69)
    • Jalan-jalan Yuk (4)
    • KOPI Delft (27)
    • Mak Nyuss (2)
    • Resep Nenek (5)
    • Secangkir Kopi (3)
    • Umum (20)
    • Uncategorized (3)
  • Archives

    • March 2010
    • December 2009
    • November 2009
    • October 2009
    • September 2009
    • August 2009
    • June 2009
    • May 2009
    • April 2009
    • March 2009
    • February 2009
    • January 2009
    • December 2008
    • November 2008
    • October 2008
    • September 2008
    • August 2008
    • July 2008
    • March 2008
    • February 2008
    • December 2007
    • November 2007
    • October 2007
    • September 2007
    • August 2007
    • July 2007
    • April 2007
  • Links

    • Log in
    • PPI Maastricht
    • PPI Den Haag
    • PPI Amsterdam
    • PPI Wageningen
    • PPI Groningen
    • PPI Belanda
    • Jadwal Transportasi Pesawat (Schiphol)
    • Simulasi Mesin Tiket Kereta
    • Panduan perjalanan di Belanda (www.9292ov.nl)
    • Transportasi Kereta NS (www.ns.nl)
    • Website TU Delft
    • Perpustakaan TU Delft
    • Website Unesco-IHE
    • InHolland Delft
    • Kota Delft
    • NESO
    • KBRI Belanda
    • Nuffic
    • ISSM 2008

  • Designed by:
    Wordpress themes

May 26

Undangan KOPI Delft 10

Aktifitas PPI, Artikel, KOPI Delft Tidak ada komentar »

Pada Kopi Delft ke-10, PPI Delft mendapat kesempatan untuk berbagi mengenai pemeriksaan forensik POLRI pada:
Hari: Jum’at, 29 Mei 2009
Jam: 16.00 s/d 18.00 CET
Tempat: Ruangan 2.02, CiTG

Pembicara adalah tenaga Pemeriksa di instansi Laboratorium Forensik Bareskrim POLRI.

Nama : Ahmad Fadilan, SSi., MSi.

Pangkat / NRP : AKP / 78020926

Jabatan terakhir : Panit Kimbiotoksfor Labfor Bareskrim Polri Cab. Plg.

Pengalaman dinas : 5 (lima) tahun di Labfor Bareskrim Polri

Aktivitas terakhir : Partisipan Program Double Degree ILDM Bappenas-NESO, UNSRI - UNESCO-IHE

Kontak : (e-mail) ellands_dw@yahoo.com

ABSTAKSI: PEMERIKSAAN FORENSIK POLRI

Tuntutan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peradaban umat manusia yang terus berkembang telah menghantarkan semua elemen mesyarakat semakin terbuka dan melek iptek serta sadar hukum dan aturan. Era reformasi yang telah bergulir lebih dari satu dasawarsa juga telah menghantarkan organisasi POLRI mereformasi dirinya, berubah menjadi institusi sipil yang profesional dan lebih humanis. Dengan menjadi satu-satunya lembaga yang berwenang dan bertanggung jawab atas keamanan dan ketertiban dalam negeri, pelindung serta pengayom masyarakat, dan sebagai aparat negara penegak hukum, maka POLRI telah banyak melakukan langkah maju, terutama dalam hal yang berhubungan dengan proses penyelidikan dan penyidikan dalam suatu persoalan hukum atau perkara kriminal, dimana peran proses penyidikan ilmiah (Scientific Crime Investigation) telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mekanisme dan kinerja POLRI dewasa ini. Tidak tanggung-tanggung, tercatat lumayan banyak kasus-kasus besar yang berhasil terungkap berkat proses sains ini. Apa, bagaimana, seperti apa mekanismenya dan siapa yang ada dibalik peran ini?

Lembaga Laboratorium Kriminal Forensik POLRI sesungguhnya sudah cukup lama berdiri. Namun demikian, selama ini istilah forensik hanya identik dengan pemeriksaan terhadap mayat, sehingga kebanyakan masyarakat awam berfikir bahwa pemeriksaan forensik yang dilakukan dalam proses penyidikan oleh instansi Polri hanya untuk kasus-kasus yang berhubungan dengan sebab musabab suatu kematian. Pemahaman ini tidak seluruhnya benar, karena faktanya bahwa pada saat ini, untuk seluruh kasus dugaan tindak pidana maupun perdata, dalam proses penyidikan maupun penyelidikannya melibatkan pemeriksaan secara teknik kriminalistik di Laboratorium Forensik POLRI. Bahkan, sebagian besar masyarakat awam belum mengetahui bahwasanya lembaga Laboratorium Forensik POLRI juga menyediakan jasa pemeriksaan yang bersifat non-pro-justisia, atau pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan dan atas permintaan serta untuk kepentingan masyarakat, dan bukan hanya untuk kepentingan suatu perkara kriminal.

Dengan modal SDM pemeriksa forensik yang mempunyai keahlian masing-masing yang bersifat khusus di bidangnya, dan didukung oleh peralatan pemeriksaan yang berbasiskan teknologi terkini, serta perangkat lunak berupa sistem perundangan, manajemen internal, tupoksi, perkembangan metode pemeriksaan ilmiah dan teknologi terkini serta kerjasama dan link dengan instansi terkait, maka sudah selayaknya semua elemen masyarakat mengetahui atau minimal mengenal lembaga yang satu ini. Tidak hanya untuk antisipasi apabila kebetulan mempunyai persoalan yang terkait dengan persoalan hukum dan kewenangan penyidikan POLRI, tetapi juga untuk kepentingan lainnya yang bersifat umum dan lebih luas dalam kehidupan sehari-hari (misalnya bisnis).

Dalam kesempatan yang terbatas ini, pembicara akan memperkenalkan mahluk apa yang namanya Labfor Polri itu, mulai dari sisi eksistensi organisasinya, kemampuan dan bidang pemeriksaan yang menjadi keahlian dan kewenangannya, sampai kepada pengenalan tentang sistem peradilan kriminal di Indonesia dan hubungan dengan hak dan kewajiban setiap kita sebagai warga negara yang mempunyai kesamaan kedudukannya di hadapan hukum dan peraturan perundangan. Semoga dengan meluangkan sedikit waktu kita bersama-sama bisa saling berbagi pengetahuan, pengalaman dan wawasan. (Serta, satu lagi, agar tidak menjadi ’korban’ konspirasi aparat hukum yang mungkin saja ’nakal’, dikarenakan ketidaktahuan kita akan hak dan kewajiban kita dalam proses hukum, hehehe, yang ini bonus saja!).

May 17

Nanosatelit untuk Indonesia [KoPI Delft 9 dalam Rekaman]

Aktifitas PPI, Informasi, KOPI Delft 2 Komentar »

Teman-teman yang tidak berkesempatan hadir pada KoPI Delft ke-9 pada Jumat 8 Mei 2009 lalu, kini dapat mengikuti presentasi pengalaman yang menarik dari Mas Dwi Hartanto, a.k.a. Dwi CR 7,5  dalam lika-liku melakukan pengembangan generasi kedua nanosatelit di TU Delft, Belanda, yang dinamai Delfi-n3Xt. Diikuti pula oleh presentasi menarik tentang aspek bisnis dari penelitian nanosatelit mahasiswa oleh Mas Aryo Primagati, insinyur di perusahaan ISIS (Innovative Solution in Space), sebuah perusahaan spin-off dari generasi pertama nanosatelit TU Delft, Delfi-C3. Bagian ketiga diisi usulan dan gagasan proyek nanosatelit mahasiswa Indonesia diajukan oleh Cak Dedy Wicaksono, peneliti di TU Delft. Diskusi hangat berlangsung tentang feasibility proyek semacam ini dari aspek dana, organisasi, dan lain-lain aspek yang terkait.

Silakan ikuti lewat rekaman Youtube berikut ini:

Bila browser anda tidak dapat menampilkan embedded video tersebut, silakan klik link berikut untuk melihat playlist rekamannya di website Youtube.

May 17

Laporan Pandangan Mata Kopi Delft 9

Aktifitas PPI, Artikel, KOPI Delft Tidak ada komentar »

Laporan Pandangan Mata Kolokium PPI Delft (KopiDelft)

Jumat, 8 mei 2009

16.00-18.00

Ruang J, Fakultas 3ME

Mekelweg 2, 2628CD

Delft

oleh Saputra

Proyek Nano-Satelit Mahasiswa Indonesia: Sebuah Visi, Ambisi dan Tantangan

Delfi-C3 yang berhasil diluncurkan pada tahun 2008 lalu adalah nanosatelit pertama buatan mahasiswa Belanda yang berhasil mengorbit bumi. Demikian diungkapkan Dwi Hartanto pada Kolokium PPI Delft (KOPI Delft) yang rutin diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Delft, Belanda, Jumat lalu. Dalam presentasinya, Dwi yang sedang menyusun tesis Masternya pada jurusan computer engineering Universitas Teknologi Delft (TU Delft), Belanda ini, memaparkan riset pembuatan nanosatelit, mulai dari desain, fitur-fitur yang disyaratkan, serta misi peluncurannya. Meski diklaim sebagai satelit buatan mahasiswa, kesuksesan Delfi-C3 tidak terlepas dari andil pemerintah dan industri yang cukup besar. Hal yang wajar dilakukan di negara maju, mengingat dunia riset memang semestinya terbangun oleh tiga pilar besar, yaitu institusi pendidikan, pemerintah, serta industri. Suatu hal yang kini tengah dirintis di Negara kita. Saat ini, Dwi sendiri tengah terlibat secara aktif dalam proyek pembuatan nanosatelit generasi berikutnya, juga oleh mahasiswa TU Delft. Nanosatelit generasi berikutnya ini dinamakan Delfi-n3Xt, dan dijadwalkan akan diluncurkan pada pertengahan tahun 2010.

Pada kesempataan itu pula, kolega Dwi, Aryo Primagati yang saat ini bekerja sebagai insinyur telekomunikasi pada ISIS (Innovative Solutions In Space), sebuah perusahaan kecil yang didirikan alumni TU Delft yang pernah terlibat pada proyek nanosatelit Delfi-C3, mengatakan bahwa riset pembuatan nanosatelit sangat cocok dijadikan proyek penelitian dalam skala universitas. Selain desain yang lebih sederhana pada ukuran yang lebih kecil, dana yang dibutuhkan juga jauh lebih kecil dibandingkan satelit konvensional. Sekedar perbandingan, Aryo mengatakan bahwa untuk membangun dan meluncurkan sebuah satelit normal diperlukan biaya jutaan Euro (puluhan hingga ratusan miliar rupiah) dengan waktu pengembangan 5-10 tahun. Sedangkan untuk nano-satelit, seperti Delfi C3 atau Delfi-n3Xt, hanya diperlukan waktu satu sampai dua tahun pengembangan dengan biaya sekitar 100 sampai 200 ribu Euro (sekitar 1,5 sampai 3 Milyar Rupiah).

Pada akhir sesi presentasi KOPI Delft kali ini, Dedy Wicaksono, peneliti pasca-doktoral di TU Delft, memaparkan visi dan ambisi mereka bersama untuk menggagas sebuah proyek nanosatelit untuk mahasiswa Indonesia yang diberi nama INSPIRE (Indonesian Nano-Satellite Platform Initiative for Research and Education). Mengingat, sebenarnya Indonesia telah merintis dunia riset antariksa sejak dekade 60an. Ide yang dibawa oleh Dedy bersama koleganya adalah membuat suatu konsorsium yang terdiri dari berbagai universitas di Indonesia, lembaga-lembaga penelitian pemerintah dan tentunya rekanan dari dunia industri sebagai sponsor pendanaan. Diskusi menjadi hangat ketika seorang peserta diskusi menanyakan misi dan manfaat yang bisa diambil dari proyek nano-satelit ini selain nilai prestise dan gengsi semata. Masalah akses pendanaan yang bakal menjadi hambatan pun menjadi perhatian sejumlah peserta diskusi lainnya. Merespons dua pertanyaan tersebut, dengan diplomatis Dedy menjawab bahwa nanosatelit adalah sebuah platform teknologi yang dapat dipakai untuk berbagai macam aplikasi kebutuhan, bahkan misi yang sifatnya komersial sekalipun. Untuk peluncuran pertama kiranya akan sangat berat untuk mensyaratkan misi yang sulit atau yang bersifat komersial, terlebih tujuan utamanya adalah untuk riset dan edukasi serta peningkatan kepercayaan diri bangsa. Senada dengan Dedy, Aryo pun menilai misi peluncuran INSPIRE 1 hendaknya tidak terlalu mensyaratkan misi yang terlampau sulit. Pada kenyataannya, selain sebagai satelit komunikasi radio amatir, misi Delfi-C3 yang utama adalah sebagai technology demonstration and development. Mengenai masalah pendanaan, kiranya perlu dicari solusi yang terbaik. Salah satu yang sudah direncanakan adalah mengajukan proposal proyek INSPIRE ke berbagai pihak terkait di tanah air.

Masalah klasik, pendanaan disinyalir akan menjadi masalah serius terlaksananya visi proyek INSPIRE ini. Belum adanya sinergi antara universitas, lembaga penelitian pemerintah seperti LIPI, LAPAN, BATAN, serta dunia industri, adalah hambatan terbesar laju riset di tanah air. Dalih keterbatasan dana dan anggaran sebenarnya tidak perlu ada, jika saja semua pihak yang berkepentingan dapat ‘duduk’ bersama, merumuskan dan membuat langkah kongkrit inisiatif proyek bersama demi kemajuan bangsa. Jika dana yang terbatas tersebut digabungkan dalam sebuah proyek riset bersama, bukan tidak mungkin riset unggulan yang laik disejajarkan dengan riset universitas negara-negara maju di dunia dapat dilaksanakan.

Acara Kolokium PPI Delft atau sering disingkat KOPI Delft ini, adalah acara rutin dwi mingguan yang diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Delft, Belanda. Arsip KoPI Delft dapat dibaca di http://kopidelft. ppidelft. net

May 12

Akomodasi di Delft (Shortstay vs Longstay DUWO)

Artikel, Informasi, Umum 1 Komentar »

Artikel berikut ini mengenai akomodasi di Delft, terutama mengenai DUWO Shortstay dan DUWO Longstay. DUWO Shortstay merupakan perusahaan yang ditunjuk oleh TU Delft untuk menangani urusan akomodasi mahasiswa international (kebanyakan S2). Umumnya mahasiswa baru TU Delft yang menyerahkan masalah akomodasi ke TU Delft akan diteruskan ke DUWO ShortStay. Selain DUWO Shortstay, ada lagi perusahaan DUWO Longstay (yang harga kamarnya secara umum lebih murah). Perbedaan mengenai kedua perusahaan akan dikupas tuntas di artikel ini.

Artikel berikut ini ditulis oleh Velly, MOT 2008. 

***

Mungkin banyak yang merasa tinggal di shortstay housingnya DUWO kemahalan, apalagi dengan harga yg bakal naik lagi tahun ajaran depan. tadi saya iseng2 bukan website DUWO dan saya nemu list kamar kosong di Longstay housingnya DUWO (http://www.duwo. nl/smartsite. dws?ch=ENG&id=123&aanbodcode=AANBODDE LFT&style=1&soort=Alle). mungkin ada yg minat buat ikutan instemming dan merayu2 tenants yg lama?

 

sejauh yang saya tau, DUWO ada dua tipe housing. shortstay dan longstay.

 

shortstay housing

ini housing standar buat mahasiswa internasional yg baru datang ke delft ini. saya rasa hampir semua kita pertama kali datang dikasih kamar di roland holstlaan atau spaceboxes/containe r. kamar-kamar ini relatif nyaman sekali buat kita yang baru datang. semua serba ada siap dipakai. furnitur lengkap, sampai ke sarung bantal, gelas dan piring. saya ketika baru datang benar2 merasa beruntung karena tidak perlu repot2 cari rumah spt beberapa rekan yg kuliah ke kota lain di belanda ini. 

setelah beberapa bulan di belanda saya baru sadar bahwa harga yang dipasang buat shortstay housing ini diatas rata2 housing2 lainnya. awalnya saya pikir karena pemerintah belanda memang kasih rumah murah buat mahasiswa belanda, dan yah.. meski rada dongkol tapi kebijakan ini masuk akal. tapi lalu saya nemu ada mahasiswa indonesia yang juga dapat rumah murah. saya mulai bertanya2 bagaimana cara mendapatkan kamar seperti ini. lalu saya nemu info ttg duwo longstay housing

 

longstay housing

beberapa housing permanen yg ada di lingkungan tudelft ini ternyata punya DUWO juga, seperti Balthazar van der Polweg (Balpol) yang diatas kanal itu, dan gedung korvezeestraat yang ada dibelakang EWI. enak kan tinggal di gedung beneran dan bukan kontainer2 spt spacebox? saya cari info dan ada beberapa info menarik yang saya temukan ttg longstay housing ini.

1.         harganya murah. kisarannya antara 200-250 eur sebulan perkamar. ada yang satu apartemen sharing bersama 2-3 orang, tapi yang di korvezeestraat saya tau bisa tinggal sendiri. 

2.        rata2 energy dan water itu diluar harga kamar. sistem penghitungannya beda ama cara di indonesia yang ngitung tiap bulan trus ditagih per pemakaian per bulan. disini harga yang kita bayar sama tiap bulan, tapi nanti diakhir tahun dihitung oleh si PLN dan PAM nya sini besar pemakaian kita selama setahun. kalo kita foya2 dan make lebih dr yg dibayar, kita bakal diminta tambah bayar dan tagihan bulanan mulai tahun depannya dinaikkan sesuai dengan rata2 pemakaian kita tahun ini. begitu juga sebaliknya, klo makenya hemat, maka uang kita dibalikin dan tahun depan tagihan bulanannya bisa menurun. rata2 household dengan 2 orang di belanda ini bayar 150-200 perbulan (katanya). tapi bagi kita orang indonesia yang rela susah (hehehe) pake listrik dan air bisa dihemat2 dikit hingga cuma bayar 120 eur an perbulan per rumah.

3.        mungkin ada yang ngerasa, males  ah tinggal di longstay housing gini, soalnya harus beli furnitur. menurut saya klo dipikir2 klo di hitung selisih kita bayar sewa furnitur di shortstay dengan klo kita beli sepaket furnitur sekali (dengan catatan furniturnya bukan yg mewah2), lebih untung beli furnitur, dan furnitur ini bisa dijual lg nanti klo mau pindah ke indonesia. selain itu furnitur kadang gak perlu beli baru, bisa dapet lungsuran atau dpt gratis/murah di marktplaats. bisa juga ambil furnitur yang udah dibuang di pinggir jalan. hehehehe… sungguh, gak perlu gengsi ambil barang buangan pinggir jalan disini krn kadang2 barang2 itu masih sangat sangat layak untuk dipakai (paling hanya perlu di bersihkan saja)

4.        beberapa kamar bisa mendapatkan huurtoeslag. ini yang saya liat banyak mhs indonesia yang tidak tau atau agak simpang siur informasinya. saya tadi tanya langsung ke duwo mengenai huurtoeslag ini, jadi saya ada sedikit info valid. Huurtoeslag ini adalah tunjangan rumah buat orang2 yang penghasilannya dibawah  standar. ada sitenya di http://www.toeslage n.nl/ tapi dalam bahasa belanda, mungkin bisa pake tools penterjemah buat bacanya, atau minta tolong temen yg bisa bahasa belanda. intinya, yang namanya toeslag itu adalah semacam allowance bagi orang2 yg penghasilannya dibawah standar. uang kita akan dibalikin tiap bulan sesuai tunjangan yang kita dapat. besarnya tunjangan bisa hingga max 300 eur perbulan per rumah (bukan perkamar atau perkepala) tergantung harga sewa dan penghasilan kita. dulu mahasiswa internasional gak bisa dpt tuslag ini, tapi beberapa th yll kebijakannya berubah, dan mhs internasional bisa dpt. huurtoeslag ini berlaku untuk rumah, bukan perkamar. dan ada syarat2nya, bisa diliat di : http://www.toeslage n.nl/particulier /huurtoeslag2008 /huurtoeslag2008 -01.html# P19_1037. bisa tanya duwo apakah housing kita masuk eligible untuk huurtoeslag atau tidak. yang pasti untuk semua shortstay, itu tidak dpt huurtoeslag krn menurut hitungan dr duwo, semuanya sudah inclusive dan plus furnitur. jadi klo di potong2 semuanya, sebenarnya harga sewa shortstays itu saja tanpa apa2 dibawah 200.70 eur sebulan dan tidak berhak dpt huurtoeslag. begitu. jika dapet rumah yg ada huurtoeslagnya, itu untung bgt, sebulan bisa bayar kira2 cuma 180-200 eur . tergantung gede huurtoeslagnya. beasiswa itu tidak termasuk income yg kena pajak dan tidak masuk hitungan di huurtoeslag, jadi sesungguhnya mahasiswa berbeasiswa itu adalah mahasiswa berpenghasilan nol, jadi layak dikasih potongan harga rumah. 

5.        longstay itu sistem bayar2nya lumayan fair. jadi kita bayar jasa perbaikan tiap bulan dan klo ada kerusakan kita bisa panggil service tanpa bayar lg. cuma klo dlm setahun kita gak punya komplain berarti dan gak ada perbaikan, uang service yg kita bayar dulu bisa balik ke kita lg. lumayan lah dikit. ini jg berlaku sebaliknya, klo kerjaan kita hari2an mecahin jendela ya diakhir tahun kita ditagih tambahan biaya.

Sekian sekilas info dr saya ttg housing di seputaran kampus delft ini. memang spesifik ke rumah2 duwo sih, soalnya ya saya kebetulan akhir2 ini nyari infonya seputaran rumah duwo. mungkin mahasiswa2 lain yg udah lama disini dan lebih paham sistem housing belanda bisa nambahin (atau koreksi klo saya ada yg salah info). 

 

Powered by WordPress .::. Designed by SiteGround Web Hosting .::. Customized by Divisi Website PPI Delft

cssandhtml