Nanosatelit untuk Indonesia [KoPI Delft 9 dalam Rekaman]
Aktifitas PPI, Informasi, KOPI Delft Add commentsTeman-teman yang tidak berkesempatan hadir pada KoPI Delft ke-9 pada Jumat 8 Mei 2009 lalu, kini dapat mengikuti presentasi pengalaman yang menarik dari Mas Dwi Hartanto, a.k.a. Dwi CR 7,5 dalam lika-liku melakukan pengembangan generasi kedua nanosatelit di TU Delft, Belanda, yang dinamai Delfi-n3Xt. Diikuti pula oleh presentasi menarik tentang aspek bisnis dari penelitian nanosatelit mahasiswa oleh Mas Aryo Primagati, insinyur di perusahaan ISIS (Innovative Solution in Space), sebuah perusahaan spin-off dari generasi pertama nanosatelit TU Delft, Delfi-C3. Bagian ketiga diisi usulan dan gagasan proyek nanosatelit mahasiswa Indonesia diajukan oleh Cak Dedy Wicaksono, peneliti di TU Delft. Diskusi hangat berlangsung tentang feasibility proyek semacam ini dari aspek dana, organisasi, dan lain-lain aspek yang terkait.
Silakan ikuti lewat rekaman Youtube berikut ini:
Bila browser anda tidak dapat menampilkan embedded video tersebut, silakan klik link berikut untuk melihat playlist rekamannya di website Youtube.



September 15th, 2009 at 2:51 am
S-Band = frekuensi carrier di sekitar 2.5 GHz
di bawah C-Band ataupun Extended C-Band.
Frekuensinya Indovision tuh, S-Band.
September 15th, 2009 at 3:22 am
kenapa ndak pakai “mass boom” aja? supaya ndak perlu guling2 .. hehehe