• Home
  • Organisasi
  • Tentang Delft
  • FAQ
PPI Delft
Perhimpunan Pelajar Indonesia Delft
  • Categories

    • Aktifitas PPI (42)
    • Artikel (11)
    • Event (11)
    • Informasi (69)
    • Jalan-jalan Yuk (4)
    • KOPI Delft (27)
    • Mak Nyuss (2)
    • Resep Nenek (5)
    • Secangkir Kopi (3)
    • Umum (20)
    • Uncategorized (3)
  • Archives

    • March 2010
    • December 2009
    • November 2009
    • October 2009
    • September 2009
    • August 2009
    • June 2009
    • May 2009
    • April 2009
    • March 2009
    • February 2009
    • January 2009
    • December 2008
    • November 2008
    • October 2008
    • September 2008
    • August 2008
    • July 2008
    • March 2008
    • February 2008
    • December 2007
    • November 2007
    • October 2007
    • September 2007
    • August 2007
    • July 2007
    • April 2007
  • Links

    • Log in
    • PPI Maastricht
    • PPI Den Haag
    • PPI Amsterdam
    • PPI Wageningen
    • PPI Groningen
    • PPI Belanda
    • Jadwal Transportasi Pesawat (Schiphol)
    • Simulasi Mesin Tiket Kereta
    • Panduan perjalanan di Belanda (www.9292ov.nl)
    • Transportasi Kereta NS (www.ns.nl)
    • Website TU Delft
    • Perpustakaan TU Delft
    • Website Unesco-IHE
    • InHolland Delft
    • Kota Delft
    • NESO
    • KBRI Belanda
    • Nuffic
    • ISSM 2008

  • Designed by:
    Wordpress themes

Oct 01

Kopi Delft 12 - Keterbukaan dan Keberbagian: langkah-langkah awal komunikasi dan membangun jembatan antar multi-disiplin

Informasi, KOPI Delft Add comments


ABSTRAK:

Keterbukaan dan Keberbagian: langkah-langkah awal komunikasi dan membangun jembatan antar multi-disiplin

Dedy H.B. Wicaksono

Dept of Biomechanical Engineering, Delft University of Technology

Disampaikan pada Kolokium PPI Delft

Jumat, 2 Oktober 2009

Di zaman sekarang saat mana perubahan berlangsung amat cepat, hampirmustahil suatu kemajuan (inovasi) yang berarti dapat dicapai hanya dengan mengandalkan kemampuan sendiri. Inovasi yang progresif seringkali muncul ketika terjadi persentuhan antara level yang berbeda dalam satu disiplin ilmu, antara disiplin ilmu yang berbeda, maupun antara ‘jenis’ ilmu yang berbeda. Persentuhan ‘jenis’ ilmu berbeda yang dimaksud di sini, misalnya antara ilmu-ilmu alam dengan ilmu-ilmu sosial, maupun dengan ilmu-ilmu humaniora. Kebutuhan akan persentuhan ini justru lebih dominan pada negara-negara yang sumber daya manusianya masih terbatas, seperti Indonesia.


Pada kesempatan kali ini, perbedaan maupun persamaan jenis-jenis ilmu ini secara filosofis tidak akan dibahas secara detail. Diskusi justru lebih difokuskan pada membangun komunikasi sebagai jembatan untuk ketiga macam persentuhan yang telah disebutkan tersebut. Mula-mula akan dibahas makna inovasi. Kemudian pentingnya komunikasi antar level, antar disiplin, dan antar ilmu sebagai katalis kreativitas untuk melahirkan inovasi yang sukses. Diskusi akan dilanjutkan pada dua syarat utama dalam komunikasi yang baik: keterbukaan (open-mindedness), dan keberbagian (sharing). Keterbukaan mengacu pada kemauan untuk mendengar, sedangkan keberbagian mengacu pada kemauan untuk berbicara dan berbagi pengetahuan maupun pengalaman.

Setelah kedua syarat ini, langkah berikutnya adalah adanya protokol ‘jabat-tangan’ (hand-shake) berupa: pertama pendefinisian tujuan yang sama (common goal) yang hendak dicapai bersama, dan kedua, adaptasi level (level adjustment/tuning) di antara kutub detail dan kutub holistik.


Beberapa contoh akan dikemukakan untuk membuktikan bahwa komunikasi antar disiplin ilmu, yang diawali dengan pencarian irisan yang sama dapat mengefisienkan proses kreativitas menuju suatu inovasi.

Diskusi akan ditutup dengan workshop kecil berlatih ‘membangun jembatan’.

Date:
Friday, October 2, 2009
Time:
4:00pm - 6:00pm
Location:
Snijderszaal (Gedung EWI lt.2)
City/Town:
Delft, Netherlands

Leave a Reply

Powered by WordPress .::. Designed by SiteGround Web Hosting .::. Customized by Divisi Website PPI Delft

cssandhtml