• Home
  • Organisasi
  • Anggota
  • Forum PPI Delft
  • Tentang Delft
  • FAQ
PPI Delft
Perhimpunan Pelajar Indonesia Delft
  • Categories

    • Aktifitas PPI (45)
    • Artikel (12)
    • Event (19)
    • Informasi (76)
    • Jalan-jalan Yuk (4)
    • KOPI Delft (34)
    • Mak Nyuss (2)
    • Resep Nenek (6)
    • Secangkir Kopi (3)
    • Umum (22)
    • Uncategorized (6)
  • Archives

    • November 2011
    • October 2011
    • September 2011
    • August 2011
    • December 2010
    • November 2010
    • October 2010
    • September 2010
    • March 2010
    • December 2009
    • November 2009
    • October 2009
    • September 2009
    • August 2009
    • June 2009
    • May 2009
    • April 2009
    • March 2009
    • February 2009
    • January 2009
    • December 2008
    • November 2008
    • October 2008
    • September 2008
    • August 2008
    • July 2008
    • March 2008
    • February 2008
    • December 2007
    • November 2007
    • October 2007
    • September 2007
    • August 2007
    • July 2007
    • April 2007
  • Links

    • Log in
    • PPI Maastricht
    • PPI Den Haag
    • PPI Amsterdam
    • PPI Wageningen
    • PPI Groningen
    • PPI Belanda
    • Jadwal Transportasi Pesawat (Schiphol)
    • Simulasi Mesin Tiket Kereta
    • Panduan perjalanan di Belanda (www.9292ov.nl)
    • Transportasi Kereta NS (www.ns.nl)
    • Website TU Delft
    • Perpustakaan TU Delft
    • Website Unesco-IHE
    • InHolland Delft
    • Kota Delft
    • NESO
    • KBRI Belanda
    • Nuffic
    • PPI Eindhoven

  • Designed by:
    Wordpress themes

Nov 01

Workshop EndNote 4 November

Event, Informasi Tidak ada komentar »

Halo semuanya,
Jumat mendatang akan diadakan Workshop EndNote bersama Bapak Agung Purniawan.
Tempat di Ruang G EWI, pk 17.00 – 19.00.
Sebelumnya mohon daftar diri lewat milis PPI-Delft.

Salam, 
Wikke
Sep 27

LaTex Workshop 2011 ver.2

Aktifitas PPI Tidak ada komentar »

Halo semuanya,

follow up dari enthusiasme para peserta workshop LaTeX minggu lalu, Jumat mendatang (30 September) akan diadakan lanjutan workshop LaTeX bersama Mas Dieky. Waktu dan tempat (lihat attachment).

Bagi para peserta yang minggu kemarin tidak sempat ikut serta, latihan dari minggu lalu bisa di download disini:
http://groups.yahoo.com/group/PPI-Delft/attachments/folder/726957543/item/list

Sampai hari Jumat!

Sep 21

LaTex Workshop 2011

Aktifitas PPI Tidak ada komentar »

 

Sebelum workshop, para peserta diharapkan sudah menginstall Miktex & Texmaker.

Untuk Miktex, bisa didownload di: http://miktex.org/2.9/setup download yang Basic MiKTeX 2.9 installer. Proses instalasinya sepertinya sederhana. MiKTeX ini adalah distribusi LaTeX untuk windows.

Untuk Texmaker, bisa didownload di: http://www.xm1math.net/texmaker/download.html Download versi yang terbaru, untuk saat ini adalah Texmaker 3.1

Sep 21

Kopi Delft 22 September 2011 “Sistem Inovasi Nasional”

KOPI Delft Tidak ada komentar »

Dear Temans, para innovator muda…

 

Kali ini Kopi Delft hadir kembali dengan sesuatu yang amat special. Prof. Dr. Umar Anggara Jenie, M.Sc., Apt., salah satu anggota Komite Inovasi Nasional yang dilantik 20 Mei 2010 lalu (PerPres RI no 32 tahun 2010) akan hadir untuk membagikan wawasan tentang:

 

“Sistem Inovasi Nasional”

 

Diskusi Kopi Delft akan dilaksanakan pada:

Hari : Kamis, 22 September 2011.

Waktu: 17.00-19.00 CET

Tempat: fakultas Technology, Policy and Management, ruang A.3.100

(Google map link)

 

Tentu saja kami berharap anda sekalian para inovator muda indonesia di Delft bisa hadir dan mendiskusikan buah pikiran anda. PPD Delft menghasilkan nanosatelit, menggulirkan ide tentang underwater unmmaned vehicle, ide pemanfaatan flare (gas buang) hasil eksplorasi minyak untuk pembangkitan listrik, dan masih banyak lagi ide kreatif dan hasil karya anda. Tetapi, bagaimana inovasi anda bisa membantu Indonesia menjadi negeri yang maju? Bagaimana kita bersama memperkuat inovasi untuk menuju bangsa yang melek sains, teknologi dan bangga dengan karya sendiri?. Temukan titik terangnya dengan berdiskusi bersama Prof. Umar Jenie.


View Larger Map

Sep 05

Pengurusan Visa ke UK

Artikel, Informasi, Umum Tidak ada komentar »

Untuk konferensi yang saya hadiri di UK, saya mengurus visa ke UK dengan pertama-tama menelusuri situs ini.

Setelah melengkapi semua berkas yang dibutuhkan, maka saya mengisi formulir online dengan sekaligus membayar (harus lewat kartu kredit) sebesar GBP 95 supaya saya bisa mendapatkan dokumen aplikasi yang bisa dicetak. Setelah saya cetak dokumen aplikasinya, saya lalu mengajukan appointment ke Worldbridges, lembaga yang ditunjuk UK Border Services. Appointment harus dilakukan online disini. Lokasi terdekat bagi pelamar di Netherlands ada di Dusseldorf.

Waktu appointment dengan Worldbridges bisa kita atur. Saya dulu pilih hari Kamis, sekitar jam 10.30, karena waktu ini ideal (versi saya) dan terkejar kereta api yang paling pagi ke Dusseldorf dari Utrecht. Bisa dicek lebih lanjut untuk jadwal kereta.

Silakan login dengan nomor dokumen aplikasi (dari dokumen yang sudah kita cetak) ke situs mereka. Lalu mereka akan menyediakan slot hari, tanggal dan jam (per 15 menit, teorinya). Tetapi yang paling penting adalah jangan lebih dari satu bulan setelah tanggal aplikasi (ada di dokumen), karena jika waktu appoinment lebih dari satu bulan maka aplikasi (beserta dokumennya) akan hangus dan kita harus mendaftar ulang dengan prosedur yang sama, alias bayar lagi deh!!!.

Pada hari H, di kantor worldbridges ini, kita akan masuk dan tetap saja antri cukup lama dari waktu kita appoinment. Maka saya sarankan spare waktu cukup untuk kereta kembali dari Dusseldorf. Di kantor ini kita akan diminta bukti appointment (dicetak dari aplikasi online), dokumen aplikasi (yang sudah dicetak), dan semua persyaratan (termasuk undangan dari panitia atau sanak saudara). Untuk yang masuk UK dengan urusan pribadi, nampaknya bukti bank account juga diminta (ini pengalaman teman).

Saya dulu ngecek di situs UK border services, bahwa keperluan seminar atau conference perlu dilengkapi dengan bukti undangan panitia dan surat yang menyatakan bahwa univ kita membiayai (sponsorship). Tetapi teman saya, karena membawa istrinya, diminta bukti bank account juga. Mungkin alasannya adalah bahwa kita nggak akan merepotkan pemerintah UK karena bawa uang sendiri,..kali aja ya!!!

Paspor asli akan ditahan oleh mereka dan kita akan diberi surat yang menyatakan bahwa paspor asli kita sedang diproses UK border service.

Setelah itu kita akan diminta membayar uang sebesar 34 euro untuk mengirim kembali paspor dan visa (yang sudah tertempel) dengan kurir. Jika tidak mau metode ini, bisa datang kembali ke Dusseldorf untuk mengambil paspor dan visa. Nantinya di sana akan diminta masuk ruangan kecil untuk diambil biometri kita (sidik jari dan foto). Setelah ini selesai dan tinggal menunggu Visa disetujui atau tidak.

Saya dulu juga bertanya, setelah proses di kantor worldbridges selesai, berapa lama proses keluarnya visa ini, dan mereka menjawab sekitar 2 minggu. Proses bisa ditrack secara online karena kita diberi tracking code. Kiriman (biasanya) lewat DHL, dengan kategori special document. Paspor dan visa saya dikirimkan ke Sekretariat Microlab CITG dan datang tepatnya 17 hari. Teman saya datang lebih dari 3 minggu ke rumahnya di Rijswijk. Untuk waktu, dari 5 orang pelamar visa di section saya, rekor tercepat adalah 2 minggu persis,…(kami memang sengaja ngitung bersama-sama). Total waktu pengurusan saya 3 minggu.

*berdasarkan pengalaman Senot Sangadji

Sep 05

Halal Bi Halal ++

Aktifitas PPI, Informasi Tidak ada komentar »

Informasi lokasi

Halal Bi Halal ++
Location of Halal Bihalal 2011

Aug 29

Sholat Idul Fitri 1432 H di Delft

Informasi, Umum Tidak ada komentar »

P  E  N  G U M U M A N

TENTANG

HARI RAYA IDUL FITRI 1432 H di DELFT

 

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar,
Allahu Akbar wa lillahil hamd……

 

Assalamua’laykum warahmatullah.

Dengan hormat,

Tidak terasa sebentar lagi hari raya Idul Fitri tiba. Insya Allah kita akan melaksanakan takbir dan sholat Idul Fitri bersama pada:

Hari /tgl           : Selasa, 30 Agustus 2011
Pukul                : 09:30 s/d selesai
Tempat             : s.v. Wippolder Rijksstraatweg 9 2628 GZ Delft .

Setelah sholat Idul Fitri, KMD juga berencana untuk menyelenggarakan silaturrahim dan halal bihalal.
Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan jazakumullah khairan. 

Eid mubarak, taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karim…..
Wassalamua’laykum warahmatullah. 

 

Delft, 29 Agustus 2011
a.n. Pengurus Keluarga Muslim Delft

ttd
YUGI SUKRIANA
Sekretaris

 

* Diharapkan juga masing-masing membawa sajadah. 


Dec 15

KOPI Delft spesial akhir tahun 2010

KOPI Delft Tidak ada komentar »
Kopi Delft yang akan datang menghadirkan tokoh Delft yang sudah kondang dan dikenal oleh semua warga PPID*, yaitu Saputra.

Catat tanggal mainnya:

Jum’at 17 Des 2010,
Waktu    : 16.00 – selesai
Tempat   : Ruang G Gedung EWI TU Delft
Topik    : Teknik visualisasi aliran fluida

Tiada kesan tanda kehadiran teman-teman semua …

Abstrak

Teknik Visualisasi Aliran Fluida

Pernahkah kita bertanya bagaimana fluida bisa membuat layang-layang atau bahkan pesawat terbang di udara? Bagaimana sih bentuk udara itu? Bagaimana partikel udara berinteraksi dengan benda-benda di sekitarnya? Jika kita bisa mengetahui bentuk dan interaksi partikel fluida, wah tentu banyak sekali informasi dan manfaat yang bisa kita dapat. Misalnya, desain pesawat atau mobil yang lebih aerodinamis dan hemat bahan bakar. Atau desain helm pembalap sepeda dengan gaya hambat yang minimum. dll

Nah, pada KOPI Delft ini saya akan menyampaikan teknik-teknik yang sekarang berkembang untuk memvisualisasikan bentuk aliran fluida
Dec 08

KOPI Delft 10 Desember 2010

KOPI Delft Tidak ada komentar »

Dear rekan-rekan PPID,

Minggu ini kita bisa menikmati sajian Kopi Delft dengan topik yang sangat menarik,
mengenai TANAH. Kopi Delft ini akan diselenggarakan pada

Hari/tanggal : Jumat, 10 Desember 2010
Waktu : 16.30 – selesai
Tempat : Ruang B1 Unesco – IHE

Catat di agenda dan Google calendar teman-teman sekalian.

BRING SOIL CLASSIFICATION INTO LIFE

Dwi Setyawan
Dept. Soil Science, Sriwijaya University, Kampus Indralaya Km 32 Ogan Ilir, South Sumatra
Visiting Fellow, Land and Water Development UNESCO-IHE Delft, Netherlands

ABSTRACT

For many of you who have never studied soil science, it is a bit frustrating when intercepts
with soil classification. A basic question is that why we need a soil classification system.
Like other systems for classifying object, e.g. plant, animal, there are main objectives
underlying the establishment of such system. To name some, these are 1) to organize our
knowledge about the object, 2) to enable us to study the object in much more easier and
memorable ways, 3) to utilize the concept for practical management. However, we should
first be familiar with the categories used by the system. Soil classification should be
exercised in line with soil morphology and soil genesis (collectively known as Pedology)
in order to obtain holistic understanding about our soils.

Soil science community in Indonesia has recognized for a long time since late 1960 the
classification system developed by FAO/UNESCO, further adapted as CSR (Centre for Soil
Research) nomenclature. In the same period, a new system has also been developed by
USDA (United States Department of Agriculture), widely known as Soil Taxonomy which is
preceded by some compilations, the last is the seventh approximation. Apart from slight
difference in describing details for every category, we presently use six categories namely
soil order, sub-order, great soil group, sub-group, family, and series in Soil Taxonomy.
Judging from a given name, we can quickly imagine its properties. It is possible because
Soil Taxonomy uses derivative names with particular meaning. The most important key is
the soil order, for examples Entisols (ent from recent meaning newly developed soils),
Ultisols (ult from ultimus meaning final weathering stage), Histosols (ist from histos or
tissue for organic soils). By combining three syllables of soil order, suborder and great group
we can classify a soil (e.g. Sulfihemist, Kandiudult, Sulfaquept) and further infer its
properties.

Meanwhile the CSR and FAO/UNESCO systems put much attention to GSG and Sub-group
equivalent when naming a soil, and thus practically have less in number of soil names
compared with Soil Taxonomy USDA. It is also done by grouping soils into organic soils
(Organosol) and the others (mineral soils). Since these systems resemble similar objects of
observation, it is also practical to provide equivalent names for wider audiences.

Soil classification is almost inseparable from soil survey and mapping activities. A soil
surveyor observes most of soil morphology in the field by drilling or auger, measuring slopes,
recording vegetation and land use that subsequently used for drawing boundaries (delineation)
of temporary (soil) mapping units. Based on this map, representative soil profiles and soil
samples can be located.

With the rapid growing of information and computer technology (ICT) coupled with the
advancing geographical information system (geospatial) also trigger the need of integrating soil
classification with other fields of sciences. Some current trends and examples exhibit interest
in soil information, hydropedology, pedometrics/ pedotransfer, and soil algorithms. However,
state of the art and the fashion remain with you as a soil scientist.

Nov 26

KOPI Delft 26 November 2010

KOPI Delft Tidak ada komentar »

Dear rekan-rekan PPI Delft,

Minggu ini kita akan menikmati lagi Kopi Delft yang akan diadakan pada
Hari Jumat, 26 November 2010
Waktu 16.00 — 18.00 CET
Lokasi Ruang B1 Gedung IHE Delft.

Pembicara Bpk Indrasurya B. Mochtar dengan topik
Theory of Logic

Ini adalah salah satu bagian dari bahan yang diajarkan (oleh pak Indrasurya) pada Program Pascasarjana di Jurusan Teknik Sipil ITS yang intinya adalah untuk mengajak semua mahasiswa pasca sarjana untuk menggunakan logika sekeras mungkin dalam mencari kebenaran. Terlebih lagi bagi mereka yang memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan S-2 dan S-3, seyogyanya semua argumentasi haruslah didasarkan pada logika yang dapat mereka buktikan dan pertahankan, bukan lagi atas dasar kepercayaan, keyakinan lain, atau menurut dasar instinct dan feeling yang tidak dapat mereka buktikan.

Tetapi, apakah kebenaran itu? Bagaimana sebetulnya cara menalarnya?

Kebenaran adalah pada kenyataannya bertingkat-tingkat, mulai dari kebenaran yang terendah, terus meningkat s/d kebenaran yang tertinggi. Tetapi setiap yang dianggap benar itu belum tentu benar. Pada kenyataanya, kebenaran itu sendiri hampir tidak pernah mutlak, yang ada umumnya hanya konsensus. Apa yang sekarang dianggap benar itu adalah yang secara konsensus sa’at itu dianggap benar, padahal belum tentu benar. Nanti akan datang kebenaran yang lebih tinggi, yang akan menggantikan kebenaran yang lama, atau akan melapisinya dengan kebenaran yang baru, dan begitu selanjutnya. (Walaupun pada kenyataannya, kebenaran yang baru itupun belum tentu dapat diterima oleh semua pihak). Contoh yang paling sederhana adalah kebenaran matematika, yang mulai dengan tingkat yang paling sederhana: ilmu berhitung ditingkat yang paling rendah, menjadi ilmu ukur, kemudian meningkat menjadi ilmu matematika yang lebih tinggi spt., calculus, advanced calculus, dst.

Cara penalaran untuk meninjau suatu kebenaran ialah dengan cara selalu berpikir sekuat logikanya, untuk mencari tingkat kebenaran yang lebih tinggi, kalau bisa. Di sini haruslah dibuka semua mata hati dan pikiran, hilangkan semua prujudice (prasangka) dan angapan lama yang tidak memiliki dasar logika. Buka semua mata hati dan pikiran terhadap semua pandangan orang lain dan ilmu pengetahuan di luar, dan dengan rendah hati (se-“humble” mungkin) memandang semua orang lain memiliki kebenaran dibalik segala pendapat mereka. Jadi manusia tidak boleh saling bertengkar, apalagi sampai berkelahi, berperang dan saling membunuh, karena merasa lebih benar dan orang lain salah. Yang ada bukanlah salah atau benar, tetapi hanya beda persepsi. Semuanya belum tentu benar, dan semuanya bisa salah. Mengapa harus bertikai?

Pada materi ini akan diberikan contoh-contohnya bagaimana kebenaran yang ada selama ini dalam pandangan masyarakat, terutama dalam pandangan beberapa
pemeluk agama, yang seringkali menolak keras untuk melakukan penalaran, walaupun kenyataanya sudah terlalu gamblang secara logika tidak masuk akal. Mereka tetap bersikeras untuk bertahan pada tingkat tertentu, tidak mau untuk melihat bagaimana kebenaran itu pada tingkat yang lebih tinggi (lebih haqiqi).

Pada contoh-contoh juga diberikan cara melihat kebenaran itu berdasarkan Teori Relativitas Einstein, dan kemudian akan diusahakan untuk dibuka bagaimana cara
memandang tentang alam-semesta itu sendiri berikut kehidupan yang ada. Pada akhirnya seorang yang berpendidikan tinggi haruslah mengupayakan sekeras mungkin
untuk selalu berlogika, tetapi dengan “open mindedness dan humbleness” untuk selalu siap belajar menerima pendapat yang baru, dan siap untuk berganti dari kebenaran yang lama (yang tingkatnya lebih rendah) menuju kebenaran yang tingkatnya lebih tinggi. Pada kenyataannya, kebenaran itu bisa datang dari mana saja, kalau seseorang mau berpikir-keras dan berlogika; dan kebenaran itu tidak dengan sendirinya menjadi benar, walaupun itu datang dari mulut seorang kyai, pastor, atau pedanda. Diperlukan cara memandang yang sangat kritis, berdasarkan segala kekuatan logika dan penalarannya, terutama sekali untuk mereka yang memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi S-2 dan S-3 (sebagai elite dari highly educated people).

Juga dengan pengelan cara ini, akan ditekankan bahwa manusia dan kemanusiaan itu sendiri adalah sesungguhnya “nothing” dibandingkan dengan kenyataan yang bisa dinalar, dan manusia itu tidak dapat benar-benar tahu apakah dunia dan alam semesta itu nyata (real) atau hanya ilusi (virtual). Jadi, selama masih hidup (atau, minimal merasa masih mengalami kehidupan di dunia) manusia tidak pernah boleh merasa congkak dan sombong atas semua yang dia capai (kedudukan, kepemilikan, keluarga, harta, kepandaian, dan lain-lain). Seorang manusia tidak boleh merasa benar sendiri, dan merasa apa yang ada berhubungan dengan dirinya adalah otomatis benar, orang lain itu salah, sehingga saling menyalahkan. Manusia hanya bisa selalu merendah hati, tapi selalu berusaha sekuat tenaga dengan akal-pikiran (logika) untuk berupaya menguak kebenaran yang lebih haqiqi. Hidup ini hanya relatip sangat singkat, and it may not be a real one. The “real life” after death is the one that really matters. So, when you think about life, please think also about the real life afterwards.

Entri Sebelumnya
Powered by WordPress .::. Designed by SiteGround Web Hosting .::. Customized by Divisi Website PPI Delft

cssandhtml