• Home
  • Organisasi
  • Tentang Delft
  • FAQ
PPI Delft
Perhimpunan Pelajar Indonesia Delft
  • Categories

    • Aktifitas PPI (42)
    • Artikel (11)
    • Event (11)
    • Informasi (69)
    • Jalan-jalan Yuk (3)
    • KOPI Delft (27)
    • Mak Nyuss (2)
    • Resep Nenek (5)
    • Secangkir Kopi (3)
    • Umum (20)
    • Uncategorized (3)
  • Archives

    • March 2010
    • December 2009
    • November 2009
    • October 2009
    • September 2009
    • August 2009
    • June 2009
    • May 2009
    • April 2009
    • March 2009
    • February 2009
    • January 2009
    • December 2008
    • November 2008
    • October 2008
    • September 2008
    • August 2008
    • July 2008
    • March 2008
    • February 2008
    • December 2007
    • November 2007
    • October 2007
    • September 2007
    • August 2007
    • July 2007
    • April 2007
  • Links

    • Log in
    • PPI Maastricht
    • PPI Den Haag
    • PPI Amsterdam
    • PPI Wageningen
    • PPI Groningen
    • PPI Belanda
    • Jadwal Transportasi Pesawat (Schiphol)
    • Simulasi Mesin Tiket Kereta
    • Panduan perjalanan di Belanda (www.9292ov.nl)
    • Transportasi Kereta NS (www.ns.nl)
    • Website TU Delft
    • Perpustakaan TU Delft
    • Website Unesco-IHE
    • InHolland Delft
    • Kota Delft
    • NESO
    • KBRI Belanda
    • Nuffic
    • ISSM 2008

  • Designed by:
    Wordpress themes

Dec 03

KOPI Delft 16

Aktifitas PPI, Informasi, KOPI Delft Tidak ada komentar »
Dear Teman2 PPI Delft,
Tidak terasa tahun 2009 akan segera berakhir. Demikian juga acara KOPI Delft untuk tahun 2009 ini akan diakhiri dengan presentasi oleh : Robby Tan. Beliau adalah Ass. Prof di Department of Information and Computing Sciences, Utrecht University.
Waktu dan tempat : Jumat, 4 Desember 2009, Jam 16:00 s/d 18:00. Lecture Room E, Gedung Fakultas 3ME. TU Delft
Kali ini Pak Robby akan mengupas tentang computer vision. Nah bagi yg belum pada tau apa itu Computer vision, Ayooo kita ramaikan KOPI delft 2009 yg terakhir ini….!!!
Physics-based Computer Vision
———— ——— ——— ——— ——— —–

The world contains abundant visual information. The main task of computer vision is to acquire, extract and interpret that information into meaningful representations. Over decades of development, computer vision has become a field with multiple aspects and approaches emerging from diverse disciplines and applications. One of the important approaches is physics-based computer vision (or physics-based vision, for short) which in principal utilizes physical models of the world to extract visual information. This approach has become one of the core topics in computer vision, since visual information is in fact spatial collections of light rays that are emitted, transmitted, scattered, absorbed, and reflected according to physical laws. While it has significantly contributed to the development of computer vision, physics-based vision has also played crucial roles in computer graphics and virtual reality, since to arrive at realistic image rendering, one should employ physical models of the world and their parameters.

Nov 19

KOPI Delft 15

Aktifitas PPI, Informasi, KOPI Delft Tidak ada komentar »

Dear Teman2 PPI Delft,

Mengingat tgl 27 nov Insya Allah akan bertepatan dengan Idul Adha, serta ketersediaan waktu pembicara, Maka KOPI Delft ke 15 akan diadakan Jumat ini, tgl 20 Nov 2009.

Kali ini kita mengundang peniliti Indonesia yg saat ini bekerja di NLR (Nationaal Lucht- en Ruimtevaartlaboratorium). Dr.Ir. Bambang Soemarwoto akan berbagi pengalamannya selama bekerja di lembaga riset NLR.

Tempat dan waktu : Gedung 3ME, lecture Room E (Robert Hooke). jam 16:00 s/d 18:00. Ayooo datang, biar acara KOPI lebih semarak lagi.

Salam

Kuncen KOPI Delft.

Abstrak: Sejak tangis pertama saat manusia dilahirkan hingga hembusan nafas di akhir hayatnya, udara dengan setia memenuhi syarat-syarat kehidupan jasad manusia, dari detik ke detik, dari jaman ke jaman. Walaupun demikian, kita sering tidak menyadari betapa besar peranan udara dalam kehidupan dan peradaban umat manusia. Wajar saja, karena udara tidak bisa dilihat wujudnya, tidak kasat mata, sehingga kita cenderung mengabaikannya. Karena itu pula mengenal sifat-sifatnya tidaklah mudah.

Udara merupakan medium yang dapat membangkitkan fenomena dengan kekuatan yang dahsyat. Kekuatan yang di satu keadaan dapat bermanfaat bagi umat manusia, tetapi dalam keadaan lain justru membawa musibah. Presentasi akan berkisar pada ulasan berdasarkan pengalaman dalam mencoba mengenal perilaku udara, mengaturnya, menyalurkannya, memberinya penampakan, yang sebagian besar disajikan dalam konteks
penelitian berkaitan dengan ilmu dan teknik penerbangan.

Untuk membawa dimensi Indonesia ke dalam kolokium, akan disinggung juga beberapa perkembangan di Indonesia yang sempat teramati, sambil membahas kemungkinan apa saja yang dapat dijajaki untuk memperbaiki suasana riset dan akademik di tanah air.

Nov 11

KOPI Delft season 2 eps 14 (terhitung dari season 1)

Aktifitas PPI, Informasi, KOPI Delft Tidak ada komentar »

Dear all,

KOPI Delft akan kembali diselenggarakan. Kali ini adalah episode ke 14. Dengan Tema yang akan dibawakan adalah: Clean Water and Good Sanitation
Kegiatan ini akan dilangsungkan  pada Jum’at (seperti biasa), 13 November 2009 pukul 16-18 waktu setempat (red: yang berarti adalah di gedung EWI, LIPKENS ZAAL, LB1.150).

catatan: agar presisi dalam hal waktu, harap kali ini menyocokkan jam anda dengan jam yang ada di gedung EWI. Bagi yang belum tahu atau belum pernah tahu lokasi gedung EWI, bisa merujuk pada peta kampus TU Delft.

Pembicara adalah  Rini Firdaus.

Adapun sedikit pengantar dari pembicara kita adalah sebagai berikut:

Anda pernah mendengar nama “Unicef”?  apa yang ada didalam pikiran anda jika mendengar nama tersebut? Ya, tentunya teringat wajah anak-anak di Afrika dan di beberapa negara miskin lainnya yang serba berkekurangan, bukan? Perut yang buncit, kulit yang kotor, dan makan minum seadanya. Dan Unicef selalu ada disaat mereka membutuhkan bantuan. Walaupun demikian, pasti anda tahu kalau kegiatan Unicef juga menjangkau Indonesia. Bisa kita lihat dari beberapa bencana alam seperti tsunami di Aceh dan gempa bumi di Sumbar baru-baru ini, Unicef aktif menyumbang untuk kepentingan makanan, minuman serta pendidikan disana.

Sebagai salah satu negara maju, kegiatan Unicef di Belanda lebih diutamakan untuk mencari dukungan dana dari masyarakatnya. Bahkan anak-anak di Belanda justru diajak peduli terhadap kehidupan temannya di negara-negara miskin, dan turun ke lapangan untuk penggalangan dana dan mensosialisasikan program Unicef. Peran saya di Unicef Delft adalah untuk menjembatani hubungan dan mempererat komunikasi antara Unicef Delft dengan kalangan mahasiswa, terutama yang bersekolah di kota Delft. Jika anda merasa punya masukan/ide untuk kegiatan mahasiswa bagi Unicef, mari kita bergabung di acara Kopi Delft tanggal 13 November 2009  dan bertukar pikiran. Barangkali ada yang bisa kita lakukan bersama.

Demikian undangan kami sampaikan.
Atas nama tim KOPI Delft, saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya. Kami sangat mengharapkan kehadiran teman-teman semua.

TIM KOPI Delft

Nov 06

PPI Delft Meet and Greet 2009

Aktifitas PPI, Informasi Tidak ada komentar »

Dalam rangka menyambut rekan - rekan yang memulai studi tahun ini, kami bermaksud mengundang seluruh rekan - rekan PPI Delft dalam acara Meet and Greet yang akan diselenggarakan pada:

Hari: Jumat
Tanggal: 6 November 2009
Waktu: 17.00 - 21.00
Lokasi: Aart van der Leeuwlaan 14 2624 Delft

Khusus bagi para pendatang baru (maupun pendatang lama yang belum lapor diri), KBRI juga akan hadir pada acara ini untuk mengurus pelaporan diri.

Acara ini diselenggarakan terutama untuk mempererat tali silaturahmi diantara warga PPI Delft. Oleh karena itu, kehadiran seluruh warga PPI Delft sangat kami harapkan.

Oct 27

KOPI Delft 13

Aktifitas PPI, Informasi, KOPI Delft Tidak ada komentar »

Sesi berikutnya dari KOPI Delft akan dilaksanakan:

pada: 30 Oktober 2009, 16:00 - 18:00 CET

tempat: Lecture room C, Gedung 3ME, TU delft

keynote speaker: Novi Rahman (only and the only one)

Proses Kreatif: Dari Mana Inspirasi Datang?

Seorang teman bertanya: “Kok desainer kerjaannya main-main aja sih?”. Mungkin memang ada benarnya, desainer (dan pelaku kreatif pada umumnya) memang gemar bermain-main. Terutama bermain dengan alam pikir (dan mungkin inilah arti sederhananya kreativitas) . Satu tambah satu bukan mutlak sama dengan dua. Bisa jadi tiga, empat, lima, atau tigaratus tujuhpuluh delapan. Kenapa? Temukan jawabannya di Kopi Delft Jumat depan, 30 Oktober 2009.

Tapi, apa proses yang sebenarnya terjadi?

Proses kreatif adalah proses imaginatif sekaligus proses sosial. Di dalamnya ada penggabungan antara memori dan penyelesaian masalah, serta interaksi antara alam pikir dan dunia sekitar.

Kopi Delft kali ini bukan akan membahas hal yang sulit-sulit. Cuma akan menjadi sesi curhat tentang pengalaman proses berkreasi. Setengah sesi pertama akan berisi cerita beberapa proyek desain, termasuk paparan singkat Delft Souvenir Competition 2009. Setengah sesi berikutnya akan berupa sesi kreatif, yang akan melibatkan sebagian peserta Kopi Delft yang hadir.

Jun 09

Laporan KOPI Delft 10: PEMERIKSAAN FORENSIK POLRI: Pengetahuan untuk menyingkap kebenaran

Aktifitas PPI, Artikel, KOPI Delft Tidak ada komentar »

Forensik tidak hanya identik dengan bedah mayat. Demikian disampaikan Ahmad Fadilan, tenaga pemeriksa di instansi Laboratorium Forensik Bareskrim POLRI mengenai opini umum masyarakat terhadap forensik dalam acara Kolokium PPI Delft 10 (KOPI Delft 10).

“Salah satu tugas Laboraturium Forensik Kepolisian Republik Indonesia (Labfor Polri) adalah memasyarakatkan forensik dan memforensikkan masyarakat” demikian menurut AKP Ahmad Fadillan ketika beliau ditanya mengapa beliau mau memberikan materi mengenai Labfor Polri dalam forum kolokium PPI Delft yang rutin diadakan oleh perhimpunan mahasiswa Indonesia di Delft.

Penjelasan mengenai Labfor Polri pun disampaikan dengan bahasa yang ringan yang dimengerti seluruh audiensi PPI Delft. Dalam penjelasannya Ahmad Fadillan menyatakan bahwa bidang penyelidikan forensik diantaranya melingkupi bidang fisika dan instrumentasi misalnya untuk menyelidiki kebakaran, dokumen palsu, balistik metalurgi. Bidang kimbiotoks (kimia biologi dan toksikologi) yang diantara tugas nya adalah melakukan analisa toksikologi serta kasus-kasus narkoba.

‘Apakah tersangka bisa mengcounter pemeriksaan uji forensik dengan uji ulang oleh institusi lain?’ demikian pertanyaan dari Prapto, mahasiswa Management of Technology TU Delft. Pembicara menyatakan bahwa hal itu mungkin saja dilakukan, terutama apabila sudah sampai tahap pengadilan dan tersangka yakin tidak bersalah. Salah satu laboraturium yang disarankan adalah BNN. Namun permasalah nya terletak pada sampel, karena sampel cairan tubuh manusia (darah ataupun urin) hanya bisa bertahan 3-7 hari saja untuk dapat dianalisa.

Dalam kesempatan ini Fadilan juga menegaskan bahwa kesadaran hukum masyarakat Indonesia masih sangat lemah. Beliau mencontohkan apabila seseorang tertangkap dan terbukti positif mengkonsumsi narkoba sedangkan orang itu yakin tidak menyentuh zat adiktif tersebut, maka dia harus meminta bukti valid seperti bukti berita acara dan bukti penerimaan sampel oleh Labfor. Namun beliau juga mengakui bahwa kesadaran hukum masyarakat tidak bisa dihadirkan satu arah dengan keinginan dari masyarakat sendiri. Labfor Polri sendiri juga harus menyebarluaskan informasi mengenai bagaimana proses forensik dilakukan serta transparansi hasil penyelidikan.

Kolokium sore itu ditutup dengan presentasi mengenai forensik balistik, Fadilan menunjukkan bagaimana Labfor Polri berhasil memecahkan kasus seperti bom Bali 1 dan 2 dan juga bom JW Marriot. Selain itu dijelaskan juga bahwa bom yang dibuat oleh teroris di Indonesia dihasilkan melalui bahan-bahan sederhana yang bisa didapatkan melalui toko penjual bahan kimia di Indonesia.

Jun 02

Undangan KOPI Delft 11

Aktifitas PPI, Informasi, KOPI Delft Tidak ada komentar »

STRATEGI DAN MOMENTUM PENGKONSTRUKSIAN PERLINDUNGAN HUKUM DALAM PENGIDENTIFIKASIAN DAN PENGEKSPLOITASIAN HASIL-HASIL RISET UNTUK SEBESAR-BESAR KEMAKMURAN RAKYAT

HAYYAN UL HAQ
Centre for Intellectual Property Law (CIER),
Molengraaff Institute for Private law,
Law Faculty, Utrecht University, the Netherlands

ABSTRAKSI

Tulisan ini ditujukan untuk menjelaskan beberapa strategi penelusuran hasil-hasil riset dan strategi perlindungannya dalam regime paten. Ada tiga isu utama yang akan dibahas berkaitan dengan tema diatas, yaitu: eksistensi, strategi atau metode dan momentum. Eksistensi ini mengacu pada apa yang yang kita maksudkan dengan hasil-hasil riset dalam tulisan ini dan mengapa ia harus dilindungi. Selanjutnya, bagaimana cara memberikan perlindungan terhadap hasil-hasil riset –dalam bentuk penemuan yang telah dipatenkan- mengacu pada strategi yang dapat diterapkan. Sudah tentu, strategi yang hendak diterapkan dalam memberikan perlindungan atas hasil-hasil riset tersebut mencakup pembahasan yang terkait dengan instrument hukum atau norma-norma hukum yang melindunginya, tahapan perlindungannya, dan cara melindunginya. Tulisan ini menunjukkan pentingnya perlindungan hasil-hasil riset, i.e., produk-produk intelektual, seperti informasi, pengetahuan dan teknologi mulai dari tahapan pre-grant hingga post-grant. Oleh karena itu, dalam tahapan pengeksploitasian teknologi (post-grant level), tulisan ini juga menawarkan scrutinisasi kalusula kontrak yang diperlukan dalam upaya menjaga kekonsistensian atau kekoherensian antara tujuan dan pemanfaatan informasi dan teknologi untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Makalah ini dipresentasikan dan didiskusikan pada Diskusi KOPI DELFT, Lecture Room K, Gedung Fakultas 3ME (Mechanical Maritime &Materials Eng) TU Delft, Mekelweg 2, 2628 CD, Delft,
5 June 2009, jam: 16:00 s/d 18:00

May 26

Undangan KOPI Delft 10

Aktifitas PPI, Artikel, KOPI Delft Tidak ada komentar »

Pada Kopi Delft ke-10, PPI Delft mendapat kesempatan untuk berbagi mengenai pemeriksaan forensik POLRI pada:
Hari: Jum’at, 29 Mei 2009
Jam: 16.00 s/d 18.00 CET
Tempat: Ruangan 2.02, CiTG

Pembicara adalah tenaga Pemeriksa di instansi Laboratorium Forensik Bareskrim POLRI.

Nama : Ahmad Fadilan, SSi., MSi.

Pangkat / NRP : AKP / 78020926

Jabatan terakhir : Panit Kimbiotoksfor Labfor Bareskrim Polri Cab. Plg.

Pengalaman dinas : 5 (lima) tahun di Labfor Bareskrim Polri

Aktivitas terakhir : Partisipan Program Double Degree ILDM Bappenas-NESO, UNSRI - UNESCO-IHE

Kontak : (e-mail) ellands_dw@yahoo.com

ABSTAKSI: PEMERIKSAAN FORENSIK POLRI

Tuntutan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peradaban umat manusia yang terus berkembang telah menghantarkan semua elemen mesyarakat semakin terbuka dan melek iptek serta sadar hukum dan aturan. Era reformasi yang telah bergulir lebih dari satu dasawarsa juga telah menghantarkan organisasi POLRI mereformasi dirinya, berubah menjadi institusi sipil yang profesional dan lebih humanis. Dengan menjadi satu-satunya lembaga yang berwenang dan bertanggung jawab atas keamanan dan ketertiban dalam negeri, pelindung serta pengayom masyarakat, dan sebagai aparat negara penegak hukum, maka POLRI telah banyak melakukan langkah maju, terutama dalam hal yang berhubungan dengan proses penyelidikan dan penyidikan dalam suatu persoalan hukum atau perkara kriminal, dimana peran proses penyidikan ilmiah (Scientific Crime Investigation) telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam mekanisme dan kinerja POLRI dewasa ini. Tidak tanggung-tanggung, tercatat lumayan banyak kasus-kasus besar yang berhasil terungkap berkat proses sains ini. Apa, bagaimana, seperti apa mekanismenya dan siapa yang ada dibalik peran ini?

Lembaga Laboratorium Kriminal Forensik POLRI sesungguhnya sudah cukup lama berdiri. Namun demikian, selama ini istilah forensik hanya identik dengan pemeriksaan terhadap mayat, sehingga kebanyakan masyarakat awam berfikir bahwa pemeriksaan forensik yang dilakukan dalam proses penyidikan oleh instansi Polri hanya untuk kasus-kasus yang berhubungan dengan sebab musabab suatu kematian. Pemahaman ini tidak seluruhnya benar, karena faktanya bahwa pada saat ini, untuk seluruh kasus dugaan tindak pidana maupun perdata, dalam proses penyidikan maupun penyelidikannya melibatkan pemeriksaan secara teknik kriminalistik di Laboratorium Forensik POLRI. Bahkan, sebagian besar masyarakat awam belum mengetahui bahwasanya lembaga Laboratorium Forensik POLRI juga menyediakan jasa pemeriksaan yang bersifat non-pro-justisia, atau pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan dan atas permintaan serta untuk kepentingan masyarakat, dan bukan hanya untuk kepentingan suatu perkara kriminal.

Dengan modal SDM pemeriksa forensik yang mempunyai keahlian masing-masing yang bersifat khusus di bidangnya, dan didukung oleh peralatan pemeriksaan yang berbasiskan teknologi terkini, serta perangkat lunak berupa sistem perundangan, manajemen internal, tupoksi, perkembangan metode pemeriksaan ilmiah dan teknologi terkini serta kerjasama dan link dengan instansi terkait, maka sudah selayaknya semua elemen masyarakat mengetahui atau minimal mengenal lembaga yang satu ini. Tidak hanya untuk antisipasi apabila kebetulan mempunyai persoalan yang terkait dengan persoalan hukum dan kewenangan penyidikan POLRI, tetapi juga untuk kepentingan lainnya yang bersifat umum dan lebih luas dalam kehidupan sehari-hari (misalnya bisnis).

Dalam kesempatan yang terbatas ini, pembicara akan memperkenalkan mahluk apa yang namanya Labfor Polri itu, mulai dari sisi eksistensi organisasinya, kemampuan dan bidang pemeriksaan yang menjadi keahlian dan kewenangannya, sampai kepada pengenalan tentang sistem peradilan kriminal di Indonesia dan hubungan dengan hak dan kewajiban setiap kita sebagai warga negara yang mempunyai kesamaan kedudukannya di hadapan hukum dan peraturan perundangan. Semoga dengan meluangkan sedikit waktu kita bersama-sama bisa saling berbagi pengetahuan, pengalaman dan wawasan. (Serta, satu lagi, agar tidak menjadi ’korban’ konspirasi aparat hukum yang mungkin saja ’nakal’, dikarenakan ketidaktahuan kita akan hak dan kewajiban kita dalam proses hukum, hehehe, yang ini bonus saja!).

May 17

Nanosatelit untuk Indonesia [KoPI Delft 9 dalam Rekaman]

Aktifitas PPI, Informasi, KOPI Delft 2 Komentar »

Teman-teman yang tidak berkesempatan hadir pada KoPI Delft ke-9 pada Jumat 8 Mei 2009 lalu, kini dapat mengikuti presentasi pengalaman yang menarik dari Mas Dwi Hartanto, a.k.a. Dwi CR 7,5  dalam lika-liku melakukan pengembangan generasi kedua nanosatelit di TU Delft, Belanda, yang dinamai Delfi-n3Xt. Diikuti pula oleh presentasi menarik tentang aspek bisnis dari penelitian nanosatelit mahasiswa oleh Mas Aryo Primagati, insinyur di perusahaan ISIS (Innovative Solution in Space), sebuah perusahaan spin-off dari generasi pertama nanosatelit TU Delft, Delfi-C3. Bagian ketiga diisi usulan dan gagasan proyek nanosatelit mahasiswa Indonesia diajukan oleh Cak Dedy Wicaksono, peneliti di TU Delft. Diskusi hangat berlangsung tentang feasibility proyek semacam ini dari aspek dana, organisasi, dan lain-lain aspek yang terkait.

Silakan ikuti lewat rekaman Youtube berikut ini:

Bila browser anda tidak dapat menampilkan embedded video tersebut, silakan klik link berikut untuk melihat playlist rekamannya di website Youtube.

May 17

Laporan Pandangan Mata Kopi Delft 9

Aktifitas PPI, Artikel, KOPI Delft Tidak ada komentar »

Laporan Pandangan Mata Kolokium PPI Delft (KopiDelft)

Jumat, 8 mei 2009

16.00-18.00

Ruang J, Fakultas 3ME

Mekelweg 2, 2628CD

Delft

oleh Saputra

Proyek Nano-Satelit Mahasiswa Indonesia: Sebuah Visi, Ambisi dan Tantangan

Delfi-C3 yang berhasil diluncurkan pada tahun 2008 lalu adalah nanosatelit pertama buatan mahasiswa Belanda yang berhasil mengorbit bumi. Demikian diungkapkan Dwi Hartanto pada Kolokium PPI Delft (KOPI Delft) yang rutin diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Delft, Belanda, Jumat lalu. Dalam presentasinya, Dwi yang sedang menyusun tesis Masternya pada jurusan computer engineering Universitas Teknologi Delft (TU Delft), Belanda ini, memaparkan riset pembuatan nanosatelit, mulai dari desain, fitur-fitur yang disyaratkan, serta misi peluncurannya. Meski diklaim sebagai satelit buatan mahasiswa, kesuksesan Delfi-C3 tidak terlepas dari andil pemerintah dan industri yang cukup besar. Hal yang wajar dilakukan di negara maju, mengingat dunia riset memang semestinya terbangun oleh tiga pilar besar, yaitu institusi pendidikan, pemerintah, serta industri. Suatu hal yang kini tengah dirintis di Negara kita. Saat ini, Dwi sendiri tengah terlibat secara aktif dalam proyek pembuatan nanosatelit generasi berikutnya, juga oleh mahasiswa TU Delft. Nanosatelit generasi berikutnya ini dinamakan Delfi-n3Xt, dan dijadwalkan akan diluncurkan pada pertengahan tahun 2010.

Pada kesempataan itu pula, kolega Dwi, Aryo Primagati yang saat ini bekerja sebagai insinyur telekomunikasi pada ISIS (Innovative Solutions In Space), sebuah perusahaan kecil yang didirikan alumni TU Delft yang pernah terlibat pada proyek nanosatelit Delfi-C3, mengatakan bahwa riset pembuatan nanosatelit sangat cocok dijadikan proyek penelitian dalam skala universitas. Selain desain yang lebih sederhana pada ukuran yang lebih kecil, dana yang dibutuhkan juga jauh lebih kecil dibandingkan satelit konvensional. Sekedar perbandingan, Aryo mengatakan bahwa untuk membangun dan meluncurkan sebuah satelit normal diperlukan biaya jutaan Euro (puluhan hingga ratusan miliar rupiah) dengan waktu pengembangan 5-10 tahun. Sedangkan untuk nano-satelit, seperti Delfi C3 atau Delfi-n3Xt, hanya diperlukan waktu satu sampai dua tahun pengembangan dengan biaya sekitar 100 sampai 200 ribu Euro (sekitar 1,5 sampai 3 Milyar Rupiah).

Pada akhir sesi presentasi KOPI Delft kali ini, Dedy Wicaksono, peneliti pasca-doktoral di TU Delft, memaparkan visi dan ambisi mereka bersama untuk menggagas sebuah proyek nanosatelit untuk mahasiswa Indonesia yang diberi nama INSPIRE (Indonesian Nano-Satellite Platform Initiative for Research and Education). Mengingat, sebenarnya Indonesia telah merintis dunia riset antariksa sejak dekade 60an. Ide yang dibawa oleh Dedy bersama koleganya adalah membuat suatu konsorsium yang terdiri dari berbagai universitas di Indonesia, lembaga-lembaga penelitian pemerintah dan tentunya rekanan dari dunia industri sebagai sponsor pendanaan. Diskusi menjadi hangat ketika seorang peserta diskusi menanyakan misi dan manfaat yang bisa diambil dari proyek nano-satelit ini selain nilai prestise dan gengsi semata. Masalah akses pendanaan yang bakal menjadi hambatan pun menjadi perhatian sejumlah peserta diskusi lainnya. Merespons dua pertanyaan tersebut, dengan diplomatis Dedy menjawab bahwa nanosatelit adalah sebuah platform teknologi yang dapat dipakai untuk berbagai macam aplikasi kebutuhan, bahkan misi yang sifatnya komersial sekalipun. Untuk peluncuran pertama kiranya akan sangat berat untuk mensyaratkan misi yang sulit atau yang bersifat komersial, terlebih tujuan utamanya adalah untuk riset dan edukasi serta peningkatan kepercayaan diri bangsa. Senada dengan Dedy, Aryo pun menilai misi peluncuran INSPIRE 1 hendaknya tidak terlalu mensyaratkan misi yang terlampau sulit. Pada kenyataannya, selain sebagai satelit komunikasi radio amatir, misi Delfi-C3 yang utama adalah sebagai technology demonstration and development. Mengenai masalah pendanaan, kiranya perlu dicari solusi yang terbaik. Salah satu yang sudah direncanakan adalah mengajukan proposal proyek INSPIRE ke berbagai pihak terkait di tanah air.

Masalah klasik, pendanaan disinyalir akan menjadi masalah serius terlaksananya visi proyek INSPIRE ini. Belum adanya sinergi antara universitas, lembaga penelitian pemerintah seperti LIPI, LAPAN, BATAN, serta dunia industri, adalah hambatan terbesar laju riset di tanah air. Dalih keterbatasan dana dan anggaran sebenarnya tidak perlu ada, jika saja semua pihak yang berkepentingan dapat ‘duduk’ bersama, merumuskan dan membuat langkah kongkrit inisiatif proyek bersama demi kemajuan bangsa. Jika dana yang terbatas tersebut digabungkan dalam sebuah proyek riset bersama, bukan tidak mungkin riset unggulan yang laik disejajarkan dengan riset universitas negara-negara maju di dunia dapat dilaksanakan.

Acara Kolokium PPI Delft atau sering disingkat KOPI Delft ini, adalah acara rutin dwi mingguan yang diadakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia di Delft, Belanda. Arsip KoPI Delft dapat dibaca di http://kopidelft. ppidelft. net

Entri Sebelumnya
Powered by WordPress .::. Designed by SiteGround Web Hosting .::. Customized by Divisi Website PPI Delft

cssandhtml