• Home
  • Organisasi
  • Tentang Delft
  • FAQ
PPI Delft
Perhimpunan Pelajar Indonesia Delft
  • Categories

    • Aktifitas PPI (42)
    • Artikel (11)
    • Event (11)
    • Informasi (69)
    • Jalan-jalan Yuk (4)
    • KOPI Delft (27)
    • Mak Nyuss (2)
    • Resep Nenek (5)
    • Secangkir Kopi (3)
    • Umum (20)
    • Uncategorized (3)
  • Archives

    • March 2010
    • December 2009
    • November 2009
    • October 2009
    • September 2009
    • August 2009
    • June 2009
    • May 2009
    • April 2009
    • March 2009
    • February 2009
    • January 2009
    • December 2008
    • November 2008
    • October 2008
    • September 2008
    • August 2008
    • July 2008
    • March 2008
    • February 2008
    • December 2007
    • November 2007
    • October 2007
    • September 2007
    • August 2007
    • July 2007
    • April 2007
  • Links

    • Log in
    • PPI Maastricht
    • PPI Den Haag
    • PPI Amsterdam
    • PPI Wageningen
    • PPI Groningen
    • PPI Belanda
    • Jadwal Transportasi Pesawat (Schiphol)
    • Simulasi Mesin Tiket Kereta
    • Panduan perjalanan di Belanda (www.9292ov.nl)
    • Transportasi Kereta NS (www.ns.nl)
    • Website TU Delft
    • Perpustakaan TU Delft
    • Website Unesco-IHE
    • InHolland Delft
    • Kota Delft
    • NESO
    • KBRI Belanda
    • Nuffic
    • ISSM 2008

  • Designed by:
    Wordpress themes

Sep 22

Indonesian Night

Event, Informasi Tidak ada komentar »

Feel, Taste, Enjoy Indonesia
Enjoy the splendid culture of Indonesia, the whole diversities from Sabang to Merauke, from 300 different cultures. Come join the event and feel the fascination of ‘Tari Indang’ the well known attractive dance from Padang, sing together on Indonesian Medley and dance together on Poco-poco dance.

Come learn about the diversity of Indonesia, where you can enjoy the beauty of the landscape. There’ll be quizes and prizes along the event.

After the presentation taste some tasty Indonesian snacks in the foyer.You can also join our mini workshop and there will be chance to ask anything about Indonesian culture .

Don’t miss this wonderful international friday and take a peek through the window to Indonesia!

Where: Culture Centre
When: 25 September 2009
Time:20.00-24.00
Free Entrance

Feb 14

Aplikasi Statistik Permudah Perawatan Kabel Listrik Bawah Tanah

Artikel, Event, Informasi Tidak ada komentar »

Pak Edi mempresentasikan penelitiannya (Kredit foto: Baqir)

“Dengan menggunakan pemodelan statistik, data-data pengukuran Partial Discharge (PD) pada kabel listrik tegangan menengah, dapat digunakan untuk memperkirakan umur kabel, dan kapan kabel tersebut dapat diganti”, demikian tegas Edy Mu’tasim Billah dalam presentasi penelitian tesis kelulusan master-nya di TU Delft Senin, 9 Februari 2009.

Partial Discharge (PD) sendiri adalah fenomena ketika terjadi kerusakan lokal pada insulasi kabel ketika kabel diberikan stress berupa tegangan tinggi tertentu.Tujuan Penelitian Edy sendiri adalah untuk menganalisis data PD dari lapangan, dan memecahkan masalah pengukuran PD yang kurang baik. Problem-problem yang dihadapi dalam transfer data pengukuran PD saat ini adalah antara lain kurangnya data yang diambil atau dicatat sehingga tidak cukup untuk analisis statistik, serta tipe-tipe komponen (kabel) yang belum didefinisikan secara jelas.

Edy Mu’tasim Billah, yang juga adalah karyawan BUMN PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengusulkan suatu prosedur untuk mentransformasikan data pengukuran PD menjadi informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan untuk manajemen aset perusahaan utilitas listrik. Dalam hal ini aset yang ditinjau adalah kabel listrik untuk tegangan menengah (20 kV).

Dari informasi diagnostik yang didapat dari data lapangan, Edy Billah mengusulkan pendekatan statistik untuk pengklasifikasian status kondisi aset kabel listrik. Ada tiga kategori yang diusulkan Edy Billah: “masih baru”, “tua”, “amat tua”.

Data PD yang didapat di lapangan di-fit-kan dengan suatu model distribusi statistik, dan dari situ dilakukan klasifikasi kategori statusnya. Untuk evaluasi, jenis material kabel yang digunakan juga perlu diketahui, misalnya apakah termasuk kabel PILC (Paper-Insulated Lead Cable), ataukah jenis kabel XLPE (Cross-Linked PolyEthylene) ataukah jenis campuran. Demikian pula perlu didata ukuran terminasinya, sambungan, maupun insulasinya.

Pak Edi dan Professor J.J. Smit, pembimbing tesis (Kredit foto: Baqir)

Data kedua adalah data pengukuran PD itu sendiri, dengan melakukan tiga macam pembebanan tegangan tinggi: yang pertama sebesar tegangan nominal, yaitu tegangan operasional kabel itu; yang kedua dikenakan 1,7 kali besar tegangan nominal yang normal; dan tes pembebanan ketiga adalah pengenaan tegangan insepsi, yaitu tegangan maksimum saat mulai terjadinya kerusakan lokal pada insulasi.

Dari data-data ini, setelah dipaskan dengan model statistik yang dipilih, misalnya distribusi Weibull, didapatkan suatu angka index kondisi (Condition Index Value atau CI value) aset kabel terkait. EM Billah mengklasifikasikan menjadi tiga kelompok CI value: kelompok 9 untuk CI value 6,6 – 9; kelompok 6 untuk CI value 4.5 – 6; dan kelompok 1 untuk CI value 1- 4,2. Dari pengelompokan ini, dikirimkan lebih lanjut ke bagian perawatan aset (Asset Maintenance) untuk ditindaklanjuti. Misalnya kabel yang termasuk kelompok 1 sudah termasuk “sangat tua” dan perlu diganti.

Metode pengukuran PD yang dilakukan untuk klasifikasi aset yang diusulkan EM Billah bersifat off-line. Artinya saat pengukuran/pengujian kabel, jaringan listrik di daerah tersebut harus dimatikan untuk sesaat. Metode lain yang menurut Edy masih dalam tahap penelitian, adalah metode pengukuran PD secara on-line, tanpa perlu mematikan jaringan. Didik Dahlan, salah seorang rekan Edy Billah yang turut menghadiri presentasi penelitian Edy, mengatakan ada setidaknya tiga cara mengukur PD secara online: metode akustik (mendengar percikan listrik PD), metode optik (melihat terjadinya percikan saat PD), atau metode kimia (melihat misalnya perubahan pada minyak pelumas untuk insulasi trafo). Kekurangan metode online adalah besarnya derau (noise) serta masih bersifat kualitatif, sekedar tahu ada atau tidak ada PD. Salah seorang rekan karyasiswa PLN lain, Buyung Munir, yang juga baru mempertahankan tesis S2-nya, mengusulkan suatu algoritma yang dapat membedakan sinyal asli dari derau, serta menentukan letak PD secara spesifik pada metode pengukuran online ini.

Pengukuran PD pada kabel listrik bawah tanah secara off-line masih belum memiliki prosedur yang baku di dunia. Elpis Sinambela, yang mempertahankan tesisnya juga beberapa waktu yang lalu sebelum Edy, mengusulkan suatu prosedur baku untuk melakukan pengukuran PD secara off-line ini. Tesis Edy Billah memfokuskan pada analisis hasil pengukuran tersebut untuk pengambilan keputusan tahap berikutnya, yaitu Asset Management. Penelitian Elpis dan Edy memfokuskan pada kabel bawah tanah tegangan menengah 20 kV, untuk daerah regional dalam kota . Sedangkan penelitian Buyung Munir terfokus pada kabel bawah tanah untuk tegangan tinggi > 20 kV (High-voltage Cross Bonding), antara lain 70 kV, dan 150 kV. Kabel tegangan tinggi digunakan untuk distribusi dari pembangkit ke daerah-daerah konsumsi listrik.

Berfoto bersama dengan rekan-rekan PPI Delft selepas presentasi (Kredit foto: Baqir)

Sekalipun saat ini sebagian besar jaringan listrik PLN menggunakan kabel menggantung (overhead line) karena mahalnya instalasi kabel bawah tanah (10 kali lipat lebih mahal), namun Edy Billah, yang setelah pulang ke Indonesia ini akan bertugas di bagian perencanaan Jaringan Distribusi Jawa Barat, memperkirakan bahwa penggunaan kabel bawah tanah akan makin meningkat di masa depan, khususnya untuk kota-kota besar. Kabel bawah tanah, sekalipun instalasinya mahal memiliki keunggulan antara lain: lebih indah secara estetika, lebih aman (misalnya terhadap gangguan petir), serta lebih bebas dari gangguan (tersangkutnya layang-layang) bila dilakukan perawatan secara baik. Untuk itu, PLN sedari dini perlu memperhatikan pengambilan data secara terinci dari jaringan instalasi kabel bawah tanahnya, sehingga proses perawatan berbasis kondisi (condition-based management) dapat dilakukan. Perawatan berbasis kondisi, seperti pengukuran PD baik off-line maupun on-line, memungkinkan manajemen asset yang lebih hemat dan lebih terarah, dibandingkan perawatan berbasis waktu, di mana pemeriksaan dilakukan secara periodik pada semua bagian sistem. Demikian Edy menutup penjelasannya, yang juga di-amini Didik Dahlan, rekan karyasiswa PLN lainnya. (dw)

Baca pula liputan-liputannya di detikcom:

http://www.detiknews.com/read/2009/02/11/000532/1082856/10/aplikasi-statistik-permudah-perawatan-kabel-listrik-bawah-tanah

http://www.detiknews.com/read/2009/02/11/232849/1083509/10/pln-pengukuran-pd-lebih-hemat-dan-terarah

http://www.detiknews.com/read/2009/02/12/162321/1084027/10/jaringan-kabel-bawah-tanah-pln-lebih-rapi-dan-aman

http://www.detiknews.com/read/2009/02/12/171758/1084078/10/karyasiswa-di-luar-negeri-tingkatkan-performansi-pln

Feb 04

Two hundred years Dutch East India Company

Event, Informasi Tidak ada komentar »

oleh Femme Gaastra
Senin, 16 Maret 2009, pukul 20:15
van der Mandelezaal Oude Delft 183, Delft
Gratis

Kutipan:

The Dutch East India Company (Verenigde Oostindische Compagnie or VOC) founded in 1602, became the world’s largest enterprise of the 17th century. Within three decades it had replaced the Portuguese as the dominant commercial power in the trade between Europe and the East. Several factors accounted for the commercial success of the VOC. A major innovation was the fact that its share capital became permanent, thus enabling the directors to formulate a long-term strategy and to invest money in factories and ships and trade in Asia. The directors and their representatives in Asia realized that the intra-Asian trade could be very profitable for the Company.

The Company was determined and ruthless in its policy, using commercial tactics, diplomatic interventions and military force to reach its goal. The Company employed an impressive workforce in Asia, rising to over 35.000 men in the 18th century. During its existence, the VOC sent some 950.000 men – mostly sailors and soldiers – to Asia, of whom only one third returned to Europe.

This lecture will address the complex organization of the VOC, the way in which the directors were able to cope with the problems of the intercontinental trade in the early-modern time and the cultural impact of this meeting between West and East.

This lecture is organised in collaboration with the Ethnographic Society Delft, www.verreculturendelft.nl

Femme Gaastra is Professor of Maritime History at the University of Leiden and a leading expert on the history of the Dutch East India Company.

Sumber informasi: Agenda TU Delft

Feb 04

Indonesia and the Netherlands: Shared histories?

Event, Informasi Tidak ada komentar »

Kuliah umum oleh Henk Schulte Nordholt.

Tanggal: 4 Februari 2009
Waktu: 20.15 - 22.00
Tempat: DOK, Vesteplein 100, Delft

Terbuka untuk umum tanpa biaya masuk, dengan bahasa pengantar Bahasa Inggris.

Diselenggarakan oleh Studium Generale TU Delft bekerja sama dengan Ethnographic Society Delft (www.verreculturendelft.nl)

Informasi selengkapnya: website dan file pdf
Informasi mengenai pembicara:

Henk Schulte Nordholt is acting director of the Royal Institute of Linguistics and Anthropology in Leiden and professor of Southeast Asian Studies at the VU University in Amsterdam. He is the author of the recently published book Indonesië na Soeharto, Reformasi en Restauratie.(diambil dari website TU Delft)

Jan 22

Kota: Komandan Tiga

Event, Informasi 1 Komentar »
Kota: Komandan Tiga

Kota: Komandan Tiga

PPI Enschede akan mengadakan kompetisi band (KOMANDAN 3) untuk seluruh pelajar Indonesia yang ada di Belanda.

Kompetisi akan digelar tanggal 14 Maret 2009 bertempat di Atrium Bastille, University of Twente, Enschede. Untuk band yang berminat bergabung, segera hubungi panitia karena tempat terbatas.

Download:
- Regulasi Kota
- Form Pendaftaran Kota

Dec 25

Perayaan Natal 2008 Masyarakat Indonesia Di Belanda

Event, Informasi Tidak ada komentar »
Undangan Perayaan Natal 2008 KBRI Belanda

KBRI  Den Haag dan BK-UKIN mengundang Bapak/Ibu/Sdr/i untuk hadir pada:

Ibadah Natal (Oikumene)
Gereja de Goede Herder
Sabtu, 27 Desember 2008
Pukul 10.00 - 12.00
Stoeplaan 4, 2243 CZ Wassenaar
(5 menit jalan kaki dari Wisma Duta)

Perayaan Natal
Wisma Duta
Sabtu, 27 Desember 2008
Pukul 12.30 - 16.00
Kerkeboslaan 2, 2243 CM Wassenaar

Sekretariat : Gouden Leeuw 110 - 1103 KA Amsterdam. Tel/fax: 020-6955845, natalbersama.2008@gmail.comThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it

Sumber: website KBRI Belanda

Nov 09

Dialog Hukum di KBRI Den Haag

Event, Informasi Tidak ada komentar »

DIALOG HUKUM

Tema:
“Re-Reformasi Hukum di Indonesia”
Mendiskusikan Arah Reformasi Hukum dan Kerangka Hukum yang Menjamin Keberlanjutan Kehidupan Bersama

Pembicara:
Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie SH
(Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi 2002-2005 dan 2005-2008;
Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Indonesia)

Tempat:
KBRI Den Haag
Tobias Asserlaan 8 2517 KC
Den Haag The Netherlands

Hari / tanggal:
Sabtu, 15 November 2008

Waktu:
13.00- 17.00

Sifat Undangan:
Free of Charge dan
Terbuka untuk umum dengan konfirmasi (RSVP) - mohon lihat due date.

Kenapa kedatangan teman-teman sangat penting:

  1. Tentunya Kedatangan teman-teman dalam diskusi ini dapat menjadikan kita, yang munkin bukan ahli dalam bidang hukum, menjadi melek hukum;
  2. Bagi teman-teman yang sudah terlalu lama jauh dari tanah air dan kangen dengan perkembangan di Indonesia, tentunya diskusi ini akan sangat bermafaat mengingat pembicara yang memang kompeten di bidang hukum;
  3. Tentunya kita yang bukan pemain utama di bidang reformasi hukum tidak bisa melakukan banyak hal, secara proporsional kita hanya bisa mengamati dan mendiskusikan masalah ini. Tapi ide-ide baru dari teman-teman dalam diskusi ini setidaknya dapat menjaga optimisme reformasi hukum dan kerangka hukum di Indonesia, karena menjadi pesimis juga bukan jawaban.

Mohon konfirmasi kedatangan teman-teman paling lambat hari Kamis, 13 November 2008, kepada:

1. Bapak Hayyan Ul Haq:
* Mobile : +31649084148
* Email : hayyanulhaq@ yahoo.com
2. Wirawan Sasongko:
* Mobile: +31612929783
* Email: wirawan_sasongko@ yahoo.co. uk

Sep 30

Emha tours The Netherlands

Event, Informasi Tidak ada komentar »

Voices & Visions
An Indonesian Muslim Poet Sings a Multifaced Society

The Indonesische muslim singer and poet Emha Ainun Nadjib and his gamelan-fusion band Kiai Kanjeng will be touring The Netherlands between October 8th and 19th 2008.

This intercultural and interreligious project, fostered by the Protestant Church in The Netherlands, is executed by the Centre for Reflection of the Protestant Church and its Hendrik Kraemer Institute, in close cooperation with Java Enterprise (Indonesia in Event, Music, Food, Dance & Culture).

News is taken from http://www.pkn.nl/voices&visions. More information can be read through the same link.

Sep 16

Konferensi Pemuda dan Pelajar Indonesia di Luar Negeri

Event, Informasi Tidak ada komentar »

oleh: Divisi Humas

Press Release

Perhimpunan Pelajar Indonesia Belanda akan Selenggarakan Konferensi Pemuda dan Pelajar Indonesia

  • Tonggak Kebangkitan Peran Pemuda Pelajar Indonesia untuk Mendukung Pembangunan Nasional Berwawaskan Kebangsaan

Den Haag, 17 September 2008 – Untuk memperingati 100 tahun Kebangkitan Nasional, 100 Tahun Gerakan Pelajar Indonesia di luar negeri dan 80 tahun Sumpah Pemuda, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Belanda bekerjasama dengan KBRI serta didukung oleh segenap pelajar Indonesia di Belanda akan menyelengarakan Konferensi Pemuda dan Pelajar Indonesia di Luar Negeri di Den Haag pada tanggal 25 – 26 Oktober 2008. Konferensi ini mengangkat tema:

“Revitalisasi Semangat Kebangsaan Pemuda dan Pelajar Indonesia: Menggagas Kebijakan Pendidikan yang Berperspektif Kebangsaan”

Konferensi ini diselenggarakan karena melihat bahwa permasalahan utama bangsa yang kompleks membutuhkan solusi alternatif dari pemikiran para pelajar dan pemuda yang mempunyai perspektif tersendiri, yaitu masalah kurangnya kesempatan pendidikan bagi anak bangsa, berkurangnya tingkat ketahanan pangan bangsa, kurangnya kesempatan pengembangan riset dan teknologi untuk kesejahteraan rakyat, kurangnya pemahaman kehidupan berbangsa yang adil dan sejahtera untuk semua rakyat Indonesia tanpa terkecuali dengan masih banyaknya kekerasan terjadi dan kurangnya penegakan hukum disegala sektor, masih adanya pembangunan infrastruktur yang belum terintegrasi menyeluruh dan memeratakan kesejahteraan rakyat dan belum adanya upaya pendokumentasian terintegrasi hasil riset dan penelitian para pelajar Indonesia di seluruh dunia yang berkontribusi positif dalam upaya pembangunan nasional yang memeratakan kesejahteraan rakyat. Hal ini penting karena ide dan solusi dari para pemuda dan pelajar Indonesia di luar negeri dibutuhkan sebagai sumbangsih nyata berupa transfer pengetahuan, ide dan pemikiran yang baru, inovatif, kekinian dan menyentuh akar permasalahan dalam perspektif kebangsaan dan sudut pandang pemuda dan pelajar di luar negeri yang penuh semangat kebangsaan dan cinta tanah air. Konferensi ini bertujuan untuk mengintegrasikan semangat kebangsaan (nasionalisme) sebagai jati diri bangsa serta membangkitkan kembali peranan pemuda dan pelajar Indonesia di luar negeri sebagai salah satu bagian dari pembangunan bangsa dan negara Indonesia - dimana di era globalisasi ini, semakin banyak pemuda dan pelajar Indonesia yang berdomisili di luar negeri, baik untuk bekerja maupun untuk menuntut ilmu.

Mengambil pelajaran dari rangkaian sejarah, pelajar dan pemuda Indonesia tersebut dapat berperan sangat aktif dalam gerakan nasionalisme. Melalui Gerakan Nasionalisme Pemuda dan Pelajar Indonesia di luar negeri, diharapkan para warganegara Indonesia yang tinggal dan beraktivitas di berbagai negara dapat menyumbangkan pemikiran, alih teknologi dan pengetahuan, dan bahkan aliran dana (investasi) dari luar negeri, yang sangat kesemuanya bermanfaat untuk mendukung pembangunan tanah-air Indonesia. Bertepatan dengan peringatan momen-momen bersejarah tersebut, PPI merasa perlu untuk menyelenggarakan Konferensi Pemuda dan Pelajar Indonesia untuk mengaji-ulang relevansi nasionalisme sebagai kekuatan pembangunan bangsa serta peran pemuda pelajar Indonesia di era milenium.

“Selain mengangkat isu nasionalisme, konferensi ini juga akan mengangkat isu pendidikan yang merupakan topik yang keberadaannya sangat dekat dengan pelajar dan pemuda. Dengan mengangkat isu tersebut, diharapkan sumbangsih dari kegiatan ini mampu menghasilkan masukan yang berguna sebagai pegangan bagi pemuda dan pelajar untuk dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan Indonesia yang berwawasan kebangsaan,” ujar Christian Santoso, Ketua Panitia Konferensi Pemuda dan Pelajar Indonesia di Luar Negeri. Dalam pertemuan antara panitia penyelenggara konferensi dengan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda, JE. Habibie menegaskan bahwa inilah saatnya para pemuda dan pelajar yang sedang bertugas dan belajar di luar negeri bisa berperan aktif dalam upaya pembangunan bangsa dan negara Indonesia dan memberikan sumbangsih berupa masukan dan ide kepada pemerintah sesuai kapasitas sebagai pemuda dan pelajar. Untuk itu Kedutaan Besar RI untuk Kerajaan Belanda memberikan dukungan penuh atas diselenggarakannya konferensi ini.

Konferensi yang akan berlangsung selama 2 hari ini selain dihadiri oleh narasumber kehormatan, menteri kabinet RI, dan para profesional di bidangnya baik dari Indonesia maupun dari Belanda, juga akan dihadiri oleh perwakilan pemuda dan pelajar Indonesia di luar negeri dan organisasi-organisasi masyarakat Indonesia yang berada di Belanda. Konferensi ini juga akan menghasilkan 3 buah rekomendasi:

(1) Rekomendasi yang berisi rangkuman saran-tindak dari 5 topik yang dibahas oleh 5 Kelompok Kerja;

(2) Draft kertas kebijakan pembentukan Pusat Thesis Indonesia.

(3) Rekomendasi masukan rancangan kebijakan kerjasama pendidikan.

Setelah diselesaikannya konferensi ini, akan dibentuk panitia Ad Hock yang bertugas mendirikan lembaga Pusat Thesis Indonesia berikut perangkat hukumnya yang akan diprakarsai pembentukkannya oleh KBRI untuk Kerajaan Belanda, serta akan ditindak lanjutinya rekomendasi masukan rancangan kebijakan kerja sama pendidikan dengan dibuatnya Memorandum of Understanding kerjsama pemberian beasiswa belajar antara Pemerintah Indonesia diwakili oleh KBRI untuk Kerajaan Belanda dengan Pemerintah Kerajaan Belanda sebagai penyedia dana beasiswa. Panitia konferensi berharap dengan semangat kebangsaan gerakan pelajar Indonesia di luar negeri yang telah berusia 100 tahun ini akan memberikan sumbangsih nyata bagi tanah air tercinta Indonesia.

PPI Belanda adalah organisasi kesekretariatan para pelajar Indonesia di Belanda yang berbasiskan mahasiswa dan pelajar Indonesia dari seluruh kota di Negara Belanda yang didirikan untuk memberikan pendampingan kepada pelajar dan mahasiswa yang sinergis sesuai dengan kapasitasnya.

Informasi lebih lanjut tentang PPI dan Konferensi tersedia di http://english.ppibelanda.org/

http://100th.ppibelanda.org/

***

Editorial Contact:
Panitia

Christian Santoso
Mobile Phone: +31641287477
Email: christian.santoso@gmail.com

Amaltia Gunawan
Mobile Phone: +31641431485
Email: amaltiagunawan@yahoo.com

Dirayanti Bungawardhani
Mobile Phone: +31624112897
Email: breakfast_box@yahoo.com

Sep 15

Laporan Sidang Umum PPI Belanda Tahun 2008

Aktifitas PPI, Event, Informasi Tidak ada komentar »

oleh: Rahmadi Trimananda

Den Haag, Pada hari Sabtu tanggal 13 September 2008, Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda sedikit ramai dengan adanya Sidang Umum Presidium PPI Belanda. Sidang Umum Presidium PPI Belanda bersifat tahunan dan beragendakan hal-hal seperti pertanggungjawaban Sekretaris Jendral (Sekjen) PPI Belanda untuk periode tersebut, pemilihan Sekjen PPI Belanda untuk periode berikutnya, dan penetapan garis-garis besar kegiatan PPI Belanda untuk satu tahun berikutnya.

Sebagai informasi singkat, PPI Belanda merupakan sebuah organisasi yang memayungi organisasi-organisasi PPI di tiap kota di Belanda. Saat ini, PPI Belanda beranggotakan 13 buah organisasi PPI dari seluruh Belanda. PPI Belanda sendiri berbentuk Dewan Presidium yang beranggotakan perwakilan dari setiap PPI di tingkat kota. Organisasi mahasiswa Indonesia di Belanda sendiri sudah dimulai hampir 100 tahun yang lalu. Tepat setelah Budi Oetomo lahir, beberapa pelajar Indonesia yang dikirimkan ke Belanda memantapkan organisasi kemahasiswaan Indonesia di Belanda menjadi sebuah organisasi yang bermuatan politik. Sejarah PPI Belanda yang lebih detail dan tindak-tanduknya selama ini bisa dilihat lebih jauh di situs resmi PPI Belanda (http://www.ppibelanda.org/).

Siang itu, tepat pukul 12:00 (sesuai undangan sidang yang telah disebarkan sebelumnya) hanya ada segelintir perwakilan dari beberapa PPI kota. Sayangnya, sidang belum bisa dibuka karena harus menunggu kuorum. Kira-kira pukul 13:30, barulah tercapai jumlah yang cukup untuk perwakilan dari PPI tiap kota. Sidang pun akhirnya dibuka dengan dihadiri oleh perwakilan dari 9 buah PPI kota, yaitu PPI Rotterdam, PPI Den Haag, PPI Kota Den Haag, PPI Delft, PPI Arnhem-Nijmegen, PPI Deventer, PPI Wageningen, PPI Amsterdam, dan PPI Enschede.

Sidang ini diawali dengan penunjukan pemimpin sidang yang diambil dari salah satu perwakilan PPI kota yang hadir saat itu. Kebetulan punya kebetulan, perwakilan dari PPI Delft, yaitu penulis sendiri, mendapatkan kehormatan sebagai pemimpin sidang. Selanjutnya, sidang dimulai dengan pembacaan laporan pertanggungjawaban dari Sekretaris Jendral yang masih menjabat, yaitu Christian Santoso dari PPI Den Haag. Mata agenda ini berlangsung cukup alot dan sengit, terutama ketika sidang harus memutuskan untuk menerima laporan pertanggungjawaban tersebut atau tidak. Pasalnya, perwakilan PPI tiap kota mengajukan pertanyaan dan tanggapan-tanggapan, serta kritikan-kritikan yang tidak tanggung-tanggung terhadap sang “terdakwa”. Meskipun demikian, sidang menerima laporan pertanggungjawaban tersebut pada akhirnya. Setelah istirahat sejenak, sidang dilanjutkan dengan pemilihan Sekjen yang baru untuk periode kepengurusan berikutnya. Di titik ini, muncul tiga orang calon dari hasil jajak pendapat dengan peserta sidang. Tiga orang tersebut adalah Johanes Widodo dari PPI Wageningen, Ezra Gallery dari PPI Den Haag, dan Rahmadi Trimananda dari PPI Delft yang tidak lain dan tidak bukan adalah penulis sendiri. Sepatah dua patah kata berisi visi dan misi tentang PPI Belanda untuk satu tahun ke depan dilontarkan oleh ketiga orang calon tersebut secara bergantian. Setelah itu, para hadirin mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk menguji dan menajamkan pandangan dan sikap politis dari ketiganya. Akhirnya, pemungutan suara pun dilakukan dengan hasil yang cukup berimbang, yaitu Johanes Widodo menjadi Sekjen yang baru dengan 4 suara, Rahmadi Trimananda menjadi Wakil Sekjen dengan 3 suara, dan Ezra Gallery di urutan ketiga dengan 2 suara. Ketiganya akan menjadi tim formatur guna membentuk kesekretariatan yang baru untuk kepengurusan PPI Belanda dalam periode berikutnya. Sidang ini ditutup dengan penyerahan berkas-berkas kepengurusan secara simbolis dari Sekjen lama kepada Sekjen yang baru. Sebagai tambahan, sidang ini juga dihadiri dan dibuka oleh Yudi Fitriandi sebagai perwakilan dari Atdiknas KBRI Belanda. Selain itu, Bapak Mintarjo sebagai perwakilan dari Stichting Sapu Lidi (salah satu organisasi masyarakat Indonesia di Belanda) juga turut menghadiri acara ini. Dalam sidang kali ini, beliau juga disahkan menjadi anggota Dewan Penasihat PPI Belanda untuk periode berikutnya.

Ada banyak hal yang masih perlu dibenahi dan dirapikan. Hal ini tersurat dalam garis-garis besar PPI Belanda yang dibebankan dalam mata agenda berikutnya oleh sidang kepada Sekjen terpilih yang baru. Para pemain boleh berganti, tetapi cerita harus terus berlanjut. Demikianlah juga halnya dengan hikayat PPI Belanda sebagai sebuah organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan Indonesia di tanah Belanda ini. Sidang Umum PPI Belanda tahun 2008 ditutup dengan segudang kenangan dari para pemain lama. Lembaran lama telah selesai, tetapi lembaran baru siap dibuka untuk memulai pekerjaan rumah yang masih belum selesai. Demikianlah reportase dari Sidang Umum PPI Belanda tahun 2008.

Entri Sebelumnya
Powered by WordPress .::. Designed by SiteGround Web Hosting .::. Customized by Divisi Website PPI Delft

cssandhtml