
Tim PPI Delft yang diwakili oleh Habib, Linda, Pak Hadi, Mas Albert, Mas Raymon, Mas Ari Hakim, dan Pak Iwan berhasil memperoleh juara umum di event Ambassador Cup kemarin. Prestasi ini cukup menggembirakan dan mengejutkan karena dengan keterbatasan jumlah perwakilan dari PPI Delft namun bisa memperoleh prestasi terbaik di kejuaraan tersebut. Berikut sedikit liputan Ambassador Cup oleh Dikman:
1. Medali emas Squash Putra: Mas Raymon

2. Medali Emas Tenis Lapangan (mas Adi)

3. Medali Emas Single Putri Bulutangkis (mbak Linda)

4. Medali Perak Ganda Putra Bulutangkis

5. Medali Perak Tunggal Putra Bulutangkis

6. Penyerahan Piala Bergilir Ambassador CUP 2010

7. Kontingen Delft (minus pak Hadi dan Bung Albert)
8. Ketua Kontingen Delft (mas Habib)

9. Emas Squash Putra (mas Raymond)

Ambassador Cup adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh PPI Wageningen dan didukung oleh Kedutaan Besar RI untuk Kerajaan Belanda. Event olah raga tahunan ini merupakan yang kedua kali nya diadakan di Wageningen. Cabang olah raga yang dipertandingkan adalah jenis olah raga racket seperti Tenis, Badminton, Squash dan Tenis Meja.
Dengan prestasi ini dan juga ditambah dengan prestasi tim sepakbola ceria PPI Delft di ajang piala proklamasi agustus lalu membuktikan bahwa tim olahraga dari PPI Delft mempunyai talenta yang sangat besar dan wajib diperhitungkan dalam ajang-ajang berikutnya. So sekali lagi selamat bagi tim olahraga PPI Delft.
Pada tanggal 30 Oktober yang lalu, PPI Delft telah melaksanakan salah satu event rutinnya yaitu Meet and Greet PPI Delft dengan para anggota baru tahun 2010. Di acara ini para anggota baru dan anggota lama berkenalan dan saling silahturahmi.
Selain perkenalan dan silahturahmi, disini juga para anggota baru PPI Delft juga berkesempatan untuk melakukan proses lapor diri yang sudah menjadi kewajiban jika akan memulai studi mereka di Belanda. Proses lapor diri ini dipermudah dimana para bapak dan ibu KBRI dari staf pendidikan dan konsuler datang membantu langsung ke Delft untuk melakukan proses lapor diri ini.
Mungkin itu sebagai laporan singkatnya, liputan gambar dari acaranya pun bisa dilihat dari slide show dibawah.
So selamat datang para anggota baru PPI Delft 2010, selamat belajar dan berkarya…
Yth. Teman-teman semua,
Karena satu dan lain hal, minggu ini Kopi Delft ditunda menjadi minggu depan.
Karena itu kita lanjutkan Workshop LaTeX babak 3 dengan Bonus EndNote !!
Waktu seperti biasa Jumat jam 16.00 CET di Lecture Room D Gedung EWI TU Delft.
Materi: struktur dokumen, daftar isi, daftar gambar, dan daftar tabel.
Terakhir acara bonus penggunaan EndNote oleh PPID1, MEndN (Master of EndNote).
Quote from Cak Agung
“EndNote adalah software untuk memanage references, kita bisa simpan file yang kita download dari jurnal dan disimpan dalam satu file atau kita bisa buat file reference baru secara manual, satu file EndNote bisa berisi puluhan ribu, berupa data paper, title, author, jurnal penerbitnya, volume dan halaman dll juga beserta abstraknya, kalau kita perlukan kita tinggal panggil dengan masukkan keywordnya dan inset ke dalam tulisan kita. Sebenarnya program ini kurang ada tantangannya cukup 10 menit saya jamin sdh bisa jalankan.. namun bagi saya sangat membantu untuk mengurangi stress waktu menulis reference, tinggal klik,, klik,,, klik selesai..
Jangan lupa kehadirannya untuk menuntaskan penggunaan LaTeX berbonus EndNote ini

Sebagai wujud dari misi membangun komunikasi antar pelajar Indonesia tersebut, maka PPI Delft akan menyelenggarakan kegiatan rutin tahunan “Meet and Greet PPI Delft” dalam rangka menyambut mahasiswa Indonesia yang baru datang untuk melaksanakan studinya di Delft.
“Meet and Greet PPI Delft” pada dasarnya merupakan acara kekeluargaan PPI delft dimana para anggota PPI Delft dapat saling berkenalan dan bercerita mengenai pengalaman dan informasi mengenai kehidupan mahasiswa di Delft. Acara ini akan dilaksanakan pada :
Jadwal kegiatan : 30 Oktober 2010
Waktu : 19.00 – 22.00 CET
Lokasi : Sportzaal Aart van der Leeuwlaan, Delft
Ditunggu kehadiran anda semua para anggota PPI Delft di acara “Meet and Greet PPI Delft”.
Terima kasih
Atas nama panitia
Setelah hari Jumat kemarin dibuai oleh denting teori dawai, minggu ini kita akan melanjutkan workshop LaTeX yang dibimbing oleh Kakak Marwan cs. Topik kita minggu ini adalah:
* Memasukkan gambar dan tabel
* Memasukkan bahan pustaka dan Jabref
* Membuat daftar isi, gambar, dan tabel
* Mendapatkan fungsi tambahan dari ‘package’
* Menggunakan template
Seperti minggu lalu workshop akan dilakukan di ruang Snijderszaal, gedung EWI TU Delft Lantai 1
Waktu pelaksanaan seperti biasa jam 16.00.
Sebagai persiapan, jangan lupa mendownload menginstall Jabref di sini atau di sini.
Karena Jabref berbasis Java, perlu Java Runtime Environment bisa di download di sini atau di sini.
Untuk mempermudah pembuatan tabel, bisa menggunakan Latable yang bisa didapatkan di sini,
kemudian di-unzip didirektori yang diinginkan.
PPI Delft akan mengadakan workshop/tutorial LaTeX yang akan diadakan pada
Hari/tanggal : Jumat, 8 Oktober 2010
Tempat : Gedung EWI TU Delft Ruang F
Waktu : 16.00 – 18.00 CET
Materi : Pembuatan dokumen, persamaan matematika, memasukkan gambar dan tabel, daftar isi+gambar+tabel, memasukkan daftar pustaka dll
Sebagai informasi, LaTeX adalah perangkat lunak pembuatan dokumen ilmiah (makalah jurnal, konferensi, thesis) baik ilmu alam maupun sosial. Di beberapa departemen di TUD telah mewajibkan penggunaan LaTeX untuk penulisan master thesis.
Peserta workshop/tutorial wajib membawa notebook masing-masing yang sudah terinstall perangkat lunak berikut:
1. Miktex (implementasi LaTeX di Windows). Download dari link berikut dan klik dua kali untuk install
2. Texniccenter. Ini adalah LaTeX editor. Download dari link berikut dan klik dua kali untuk install
Feel, Taste, Enjoy Indonesia
Enjoy the splendid culture of Indonesia, the whole diversities from Sabang to Merauke, from 300 different cultures. Come join the event and feel the fascination of ‘Tari Indang’ the well known attractive dance from Padang, sing together on Indonesian Medley and dance together on Poco-poco dance.
Come learn about the diversity of Indonesia, where you can enjoy the beauty of the landscape. There’ll be quizes and prizes along the event.
After the presentation taste some tasty Indonesian snacks in the foyer.You can also join our mini workshop and there will be chance to ask anything about Indonesian culture .
Don’t miss this wonderful international friday and take a peek through the window to Indonesia!
Aplikasi Statistik Permudah Perawatan Kabel Listrik Bawah Tanah
Artikel, Event, Informasi Tidak ada komentar »“Dengan menggunakan pemodelan statistik, data-data pengukuran Partial Discharge (PD) pada kabel listrik tegangan menengah, dapat digunakan untuk memperkirakan umur kabel, dan kapan kabel tersebut dapat diganti”, demikian tegas Edy Mu’tasim Billah dalam presentasi penelitian tesis kelulusan master-nya di TU Delft Senin, 9 Februari 2009.
Partial Discharge (PD) sendiri adalah fenomena ketika terjadi kerusakan lokal pada insulasi kabel ketika kabel diberikan stress berupa tegangan tinggi tertentu.Tujuan Penelitian Edy sendiri adalah untuk menganalisis data PD dari lapangan, dan memecahkan masalah pengukuran PD yang kurang baik. Problem-problem yang dihadapi dalam transfer data pengukuran PD saat ini adalah antara lain kurangnya data yang diambil atau dicatat sehingga tidak cukup untuk analisis statistik, serta tipe-tipe komponen (kabel) yang belum didefinisikan secara jelas.
Edy Mu’tasim Billah, yang juga adalah karyawan BUMN PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengusulkan suatu prosedur untuk mentransformasikan data pengukuran PD menjadi informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan untuk manajemen aset perusahaan utilitas listrik. Dalam hal ini aset yang ditinjau adalah kabel listrik untuk tegangan menengah (20 kV).
Dari informasi diagnostik yang didapat dari data lapangan, Edy Billah mengusulkan pendekatan statistik untuk pengklasifikasian status kondisi aset kabel listrik. Ada tiga kategori yang diusulkan Edy Billah: “masih baru”, “tua”, “amat tua”.
Data PD yang didapat di lapangan di-fit-kan dengan suatu model distribusi statistik, dan dari situ dilakukan klasifikasi kategori statusnya. Untuk evaluasi, jenis material kabel yang digunakan juga perlu diketahui, misalnya apakah termasuk kabel PILC (Paper-Insulated Lead Cable), ataukah jenis kabel XLPE (Cross-Linked PolyEthylene) ataukah jenis campuran. Demikian pula perlu didata ukuran terminasinya, sambungan, maupun insulasinya.
Data kedua adalah data pengukuran PD itu sendiri, dengan melakukan tiga macam pembebanan tegangan tinggi: yang pertama sebesar tegangan nominal, yaitu tegangan operasional kabel itu; yang kedua dikenakan 1,7 kali besar tegangan nominal yang normal; dan tes pembebanan ketiga adalah pengenaan tegangan insepsi, yaitu tegangan maksimum saat mulai terjadinya kerusakan lokal pada insulasi.
Dari data-data ini, setelah dipaskan dengan model statistik yang dipilih, misalnya distribusi Weibull, didapatkan suatu angka index kondisi (Condition Index Value atau CI value) aset kabel terkait. EM Billah mengklasifikasikan menjadi tiga kelompok CI value: kelompok 9 untuk CI value 6,6 – 9; kelompok 6 untuk CI value 4.5 – 6; dan kelompok 1 untuk CI value 1- 4,2. Dari pengelompokan ini, dikirimkan lebih lanjut ke bagian perawatan aset (Asset Maintenance) untuk ditindaklanjuti. Misalnya kabel yang termasuk kelompok 1 sudah termasuk “sangat tua” dan perlu diganti.
Metode pengukuran PD yang dilakukan untuk klasifikasi aset yang diusulkan EM Billah bersifat off-line. Artinya saat pengukuran/pengujian kabel, jaringan listrik di daerah tersebut harus dimatikan untuk sesaat. Metode lain yang menurut Edy masih dalam tahap penelitian, adalah metode pengukuran PD secara on-line, tanpa perlu mematikan jaringan. Didik Dahlan, salah seorang rekan Edy Billah yang turut menghadiri presentasi penelitian Edy, mengatakan ada setidaknya tiga cara mengukur PD secara online: metode akustik (mendengar percikan listrik PD), metode optik (melihat terjadinya percikan saat PD), atau metode kimia (melihat misalnya perubahan pada minyak pelumas untuk insulasi trafo). Kekurangan metode online adalah besarnya derau (noise) serta masih bersifat kualitatif, sekedar tahu ada atau tidak ada PD. Salah seorang rekan karyasiswa PLN lain, Buyung Munir, yang juga baru mempertahankan tesis S2-nya, mengusulkan suatu algoritma yang dapat membedakan sinyal asli dari derau, serta menentukan letak PD secara spesifik pada metode pengukuran online ini.
Pengukuran PD pada kabel listrik bawah tanah secara off-line masih belum memiliki prosedur yang baku di dunia. Elpis Sinambela, yang mempertahankan tesisnya juga beberapa waktu yang lalu sebelum Edy, mengusulkan suatu prosedur baku untuk melakukan pengukuran PD secara off-line ini. Tesis Edy Billah memfokuskan pada analisis hasil pengukuran tersebut untuk pengambilan keputusan tahap berikutnya, yaitu Asset Management. Penelitian Elpis dan Edy memfokuskan pada kabel bawah tanah tegangan menengah 20 kV, untuk daerah regional dalam kota . Sedangkan penelitian Buyung Munir terfokus pada kabel bawah tanah untuk tegangan tinggi > 20 kV (High-voltage Cross Bonding), antara lain 70 kV, dan 150 kV. Kabel tegangan tinggi digunakan untuk distribusi dari pembangkit ke daerah-daerah konsumsi listrik.
Sekalipun saat ini sebagian besar jaringan listrik PLN menggunakan kabel menggantung (overhead line) karena mahalnya instalasi kabel bawah tanah (10 kali lipat lebih mahal), namun Edy Billah, yang setelah pulang ke Indonesia ini akan bertugas di bagian perencanaan Jaringan Distribusi Jawa Barat, memperkirakan bahwa penggunaan kabel bawah tanah akan makin meningkat di masa depan, khususnya untuk kota-kota besar. Kabel bawah tanah, sekalipun instalasinya mahal memiliki keunggulan antara lain: lebih indah secara estetika, lebih aman (misalnya terhadap gangguan petir), serta lebih bebas dari gangguan (tersangkutnya layang-layang) bila dilakukan perawatan secara baik. Untuk itu, PLN sedari dini perlu memperhatikan pengambilan data secara terinci dari jaringan instalasi kabel bawah tanahnya, sehingga proses perawatan berbasis kondisi (condition-based management) dapat dilakukan. Perawatan berbasis kondisi, seperti pengukuran PD baik off-line maupun on-line, memungkinkan manajemen asset yang lebih hemat dan lebih terarah, dibandingkan perawatan berbasis waktu, di mana pemeriksaan dilakukan secara periodik pada semua bagian sistem. Demikian Edy menutup penjelasannya, yang juga di-amini Didik Dahlan, rekan karyasiswa PLN lainnya. (dw)
Baca pula liputan-liputannya di detikcom:
http://www.detiknews.com/read/2009/02/11/232849/1083509/10/pln-pengukuran-pd-lebih-hemat-dan-terarah







