• Home
  • Organisasi
  • Anggota
  • Forum PPI Delft
  • Tentang Delft
  • FAQ
PPI Delft
Perhimpunan Pelajar Indonesia Delft
  • Categories

    • Aktifitas PPI (45)
    • Artikel (12)
    • Event (19)
    • Informasi (76)
    • Jalan-jalan Yuk (4)
    • KOPI Delft (34)
    • Mak Nyuss (2)
    • Resep Nenek (6)
    • Secangkir Kopi (3)
    • Umum (22)
    • Uncategorized (6)
  • Archives

    • November 2011
    • October 2011
    • September 2011
    • August 2011
    • December 2010
    • November 2010
    • October 2010
    • September 2010
    • March 2010
    • December 2009
    • November 2009
    • October 2009
    • September 2009
    • August 2009
    • June 2009
    • May 2009
    • April 2009
    • March 2009
    • February 2009
    • January 2009
    • December 2008
    • November 2008
    • October 2008
    • September 2008
    • August 2008
    • July 2008
    • March 2008
    • February 2008
    • December 2007
    • November 2007
    • October 2007
    • September 2007
    • August 2007
    • July 2007
    • April 2007
  • Links

    • Log in
    • PPI Maastricht
    • PPI Den Haag
    • PPI Amsterdam
    • PPI Wageningen
    • PPI Groningen
    • PPI Belanda
    • Jadwal Transportasi Pesawat (Schiphol)
    • Simulasi Mesin Tiket Kereta
    • Panduan perjalanan di Belanda (www.9292ov.nl)
    • Transportasi Kereta NS (www.ns.nl)
    • Website TU Delft
    • Perpustakaan TU Delft
    • Website Unesco-IHE
    • InHolland Delft
    • Kota Delft
    • NESO
    • KBRI Belanda
    • Nuffic
    • PPI Eindhoven

  • Designed by:
    Wordpress themes

Sep 21

Kopi Delft 22 September 2011 “Sistem Inovasi Nasional”

KOPI Delft Tidak ada komentar »

Dear Temans, para innovator muda…

 

Kali ini Kopi Delft hadir kembali dengan sesuatu yang amat special. Prof. Dr. Umar Anggara Jenie, M.Sc., Apt., salah satu anggota Komite Inovasi Nasional yang dilantik 20 Mei 2010 lalu (PerPres RI no 32 tahun 2010) akan hadir untuk membagikan wawasan tentang:

 

“Sistem Inovasi Nasional”

 

Diskusi Kopi Delft akan dilaksanakan pada:

Hari : Kamis, 22 September 2011.

Waktu: 17.00-19.00 CET

Tempat: fakultas Technology, Policy and Management, ruang A.3.100

(Google map link)

 

Tentu saja kami berharap anda sekalian para inovator muda indonesia di Delft bisa hadir dan mendiskusikan buah pikiran anda. PPD Delft menghasilkan nanosatelit, menggulirkan ide tentang underwater unmmaned vehicle, ide pemanfaatan flare (gas buang) hasil eksplorasi minyak untuk pembangkitan listrik, dan masih banyak lagi ide kreatif dan hasil karya anda. Tetapi, bagaimana inovasi anda bisa membantu Indonesia menjadi negeri yang maju? Bagaimana kita bersama memperkuat inovasi untuk menuju bangsa yang melek sains, teknologi dan bangga dengan karya sendiri?. Temukan titik terangnya dengan berdiskusi bersama Prof. Umar Jenie.


View Larger Map

Dec 15

KOPI Delft spesial akhir tahun 2010

KOPI Delft Tidak ada komentar »
Kopi Delft yang akan datang menghadirkan tokoh Delft yang sudah kondang dan dikenal oleh semua warga PPID*, yaitu Saputra.

Catat tanggal mainnya:

Jum’at 17 Des 2010,
Waktu    : 16.00 – selesai
Tempat   : Ruang G Gedung EWI TU Delft
Topik    : Teknik visualisasi aliran fluida

Tiada kesan tanda kehadiran teman-teman semua …

Abstrak

Teknik Visualisasi Aliran Fluida

Pernahkah kita bertanya bagaimana fluida bisa membuat layang-layang atau bahkan pesawat terbang di udara? Bagaimana sih bentuk udara itu? Bagaimana partikel udara berinteraksi dengan benda-benda di sekitarnya? Jika kita bisa mengetahui bentuk dan interaksi partikel fluida, wah tentu banyak sekali informasi dan manfaat yang bisa kita dapat. Misalnya, desain pesawat atau mobil yang lebih aerodinamis dan hemat bahan bakar. Atau desain helm pembalap sepeda dengan gaya hambat yang minimum. dll

Nah, pada KOPI Delft ini saya akan menyampaikan teknik-teknik yang sekarang berkembang untuk memvisualisasikan bentuk aliran fluida
Dec 08

KOPI Delft 10 Desember 2010

KOPI Delft Tidak ada komentar »

Dear rekan-rekan PPID,

Minggu ini kita bisa menikmati sajian Kopi Delft dengan topik yang sangat menarik,
mengenai TANAH. Kopi Delft ini akan diselenggarakan pada

Hari/tanggal : Jumat, 10 Desember 2010
Waktu : 16.30 – selesai
Tempat : Ruang B1 Unesco – IHE

Catat di agenda dan Google calendar teman-teman sekalian.

BRING SOIL CLASSIFICATION INTO LIFE

Dwi Setyawan
Dept. Soil Science, Sriwijaya University, Kampus Indralaya Km 32 Ogan Ilir, South Sumatra
Visiting Fellow, Land and Water Development UNESCO-IHE Delft, Netherlands

ABSTRACT

For many of you who have never studied soil science, it is a bit frustrating when intercepts
with soil classification. A basic question is that why we need a soil classification system.
Like other systems for classifying object, e.g. plant, animal, there are main objectives
underlying the establishment of such system. To name some, these are 1) to organize our
knowledge about the object, 2) to enable us to study the object in much more easier and
memorable ways, 3) to utilize the concept for practical management. However, we should
first be familiar with the categories used by the system. Soil classification should be
exercised in line with soil morphology and soil genesis (collectively known as Pedology)
in order to obtain holistic understanding about our soils.

Soil science community in Indonesia has recognized for a long time since late 1960 the
classification system developed by FAO/UNESCO, further adapted as CSR (Centre for Soil
Research) nomenclature. In the same period, a new system has also been developed by
USDA (United States Department of Agriculture), widely known as Soil Taxonomy which is
preceded by some compilations, the last is the seventh approximation. Apart from slight
difference in describing details for every category, we presently use six categories namely
soil order, sub-order, great soil group, sub-group, family, and series in Soil Taxonomy.
Judging from a given name, we can quickly imagine its properties. It is possible because
Soil Taxonomy uses derivative names with particular meaning. The most important key is
the soil order, for examples Entisols (ent from recent meaning newly developed soils),
Ultisols (ult from ultimus meaning final weathering stage), Histosols (ist from histos or
tissue for organic soils). By combining three syllables of soil order, suborder and great group
we can classify a soil (e.g. Sulfihemist, Kandiudult, Sulfaquept) and further infer its
properties.

Meanwhile the CSR and FAO/UNESCO systems put much attention to GSG and Sub-group
equivalent when naming a soil, and thus practically have less in number of soil names
compared with Soil Taxonomy USDA. It is also done by grouping soils into organic soils
(Organosol) and the others (mineral soils). Since these systems resemble similar objects of
observation, it is also practical to provide equivalent names for wider audiences.

Soil classification is almost inseparable from soil survey and mapping activities. A soil
surveyor observes most of soil morphology in the field by drilling or auger, measuring slopes,
recording vegetation and land use that subsequently used for drawing boundaries (delineation)
of temporary (soil) mapping units. Based on this map, representative soil profiles and soil
samples can be located.

With the rapid growing of information and computer technology (ICT) coupled with the
advancing geographical information system (geospatial) also trigger the need of integrating soil
classification with other fields of sciences. Some current trends and examples exhibit interest
in soil information, hydropedology, pedometrics/ pedotransfer, and soil algorithms. However,
state of the art and the fashion remain with you as a soil scientist.

Nov 26

KOPI Delft 26 November 2010

KOPI Delft Tidak ada komentar »

Dear rekan-rekan PPI Delft,

Minggu ini kita akan menikmati lagi Kopi Delft yang akan diadakan pada
Hari Jumat, 26 November 2010
Waktu 16.00 — 18.00 CET
Lokasi Ruang B1 Gedung IHE Delft.

Pembicara Bpk Indrasurya B. Mochtar dengan topik
Theory of Logic

Ini adalah salah satu bagian dari bahan yang diajarkan (oleh pak Indrasurya) pada Program Pascasarjana di Jurusan Teknik Sipil ITS yang intinya adalah untuk mengajak semua mahasiswa pasca sarjana untuk menggunakan logika sekeras mungkin dalam mencari kebenaran. Terlebih lagi bagi mereka yang memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan S-2 dan S-3, seyogyanya semua argumentasi haruslah didasarkan pada logika yang dapat mereka buktikan dan pertahankan, bukan lagi atas dasar kepercayaan, keyakinan lain, atau menurut dasar instinct dan feeling yang tidak dapat mereka buktikan.

Tetapi, apakah kebenaran itu? Bagaimana sebetulnya cara menalarnya?

Kebenaran adalah pada kenyataannya bertingkat-tingkat, mulai dari kebenaran yang terendah, terus meningkat s/d kebenaran yang tertinggi. Tetapi setiap yang dianggap benar itu belum tentu benar. Pada kenyataanya, kebenaran itu sendiri hampir tidak pernah mutlak, yang ada umumnya hanya konsensus. Apa yang sekarang dianggap benar itu adalah yang secara konsensus sa’at itu dianggap benar, padahal belum tentu benar. Nanti akan datang kebenaran yang lebih tinggi, yang akan menggantikan kebenaran yang lama, atau akan melapisinya dengan kebenaran yang baru, dan begitu selanjutnya. (Walaupun pada kenyataannya, kebenaran yang baru itupun belum tentu dapat diterima oleh semua pihak). Contoh yang paling sederhana adalah kebenaran matematika, yang mulai dengan tingkat yang paling sederhana: ilmu berhitung ditingkat yang paling rendah, menjadi ilmu ukur, kemudian meningkat menjadi ilmu matematika yang lebih tinggi spt., calculus, advanced calculus, dst.

Cara penalaran untuk meninjau suatu kebenaran ialah dengan cara selalu berpikir sekuat logikanya, untuk mencari tingkat kebenaran yang lebih tinggi, kalau bisa. Di sini haruslah dibuka semua mata hati dan pikiran, hilangkan semua prujudice (prasangka) dan angapan lama yang tidak memiliki dasar logika. Buka semua mata hati dan pikiran terhadap semua pandangan orang lain dan ilmu pengetahuan di luar, dan dengan rendah hati (se-“humble” mungkin) memandang semua orang lain memiliki kebenaran dibalik segala pendapat mereka. Jadi manusia tidak boleh saling bertengkar, apalagi sampai berkelahi, berperang dan saling membunuh, karena merasa lebih benar dan orang lain salah. Yang ada bukanlah salah atau benar, tetapi hanya beda persepsi. Semuanya belum tentu benar, dan semuanya bisa salah. Mengapa harus bertikai?

Pada materi ini akan diberikan contoh-contohnya bagaimana kebenaran yang ada selama ini dalam pandangan masyarakat, terutama dalam pandangan beberapa
pemeluk agama, yang seringkali menolak keras untuk melakukan penalaran, walaupun kenyataanya sudah terlalu gamblang secara logika tidak masuk akal. Mereka tetap bersikeras untuk bertahan pada tingkat tertentu, tidak mau untuk melihat bagaimana kebenaran itu pada tingkat yang lebih tinggi (lebih haqiqi).

Pada contoh-contoh juga diberikan cara melihat kebenaran itu berdasarkan Teori Relativitas Einstein, dan kemudian akan diusahakan untuk dibuka bagaimana cara
memandang tentang alam-semesta itu sendiri berikut kehidupan yang ada. Pada akhirnya seorang yang berpendidikan tinggi haruslah mengupayakan sekeras mungkin
untuk selalu berlogika, tetapi dengan “open mindedness dan humbleness” untuk selalu siap belajar menerima pendapat yang baru, dan siap untuk berganti dari kebenaran yang lama (yang tingkatnya lebih rendah) menuju kebenaran yang tingkatnya lebih tinggi. Pada kenyataannya, kebenaran itu bisa datang dari mana saja, kalau seseorang mau berpikir-keras dan berlogika; dan kebenaran itu tidak dengan sendirinya menjadi benar, walaupun itu datang dari mulut seorang kyai, pastor, atau pedanda. Diperlukan cara memandang yang sangat kritis, berdasarkan segala kekuatan logika dan penalarannya, terutama sekali untuk mereka yang memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi S-2 dan S-3 (sebagai elite dari highly educated people).

Juga dengan pengelan cara ini, akan ditekankan bahwa manusia dan kemanusiaan itu sendiri adalah sesungguhnya “nothing” dibandingkan dengan kenyataan yang bisa dinalar, dan manusia itu tidak dapat benar-benar tahu apakah dunia dan alam semesta itu nyata (real) atau hanya ilusi (virtual). Jadi, selama masih hidup (atau, minimal merasa masih mengalami kehidupan di dunia) manusia tidak pernah boleh merasa congkak dan sombong atas semua yang dia capai (kedudukan, kepemilikan, keluarga, harta, kepandaian, dan lain-lain). Seorang manusia tidak boleh merasa benar sendiri, dan merasa apa yang ada berhubungan dengan dirinya adalah otomatis benar, orang lain itu salah, sehingga saling menyalahkan. Manusia hanya bisa selalu merendah hati, tapi selalu berusaha sekuat tenaga dengan akal-pikiran (logika) untuk berupaya menguak kebenaran yang lebih haqiqi. Hidup ini hanya relatip sangat singkat, and it may not be a real one. The “real life” after death is the one that really matters. So, when you think about life, please think also about the real life afterwards.

Nov 11

Kopi Delft – 12 November 2010

KOPI Delft Tidak ada komentar »

Dear teman-teman PPI Delft,

Setelah minggu lalu kita disuguhi kopi keuangan oleh P Adi Soesilo, maka kali ini kita akan menikmati Kopi Delft dalam masalah TRANSPORTASI yang akan disuguhkan oleh Bapak Prof. Indrasurya B. Mochtar dari Teknik Sipil ITS yang kebetulan sedang berada di Delft. Seperti biasa, acara kita diadakan pada
Hari Juma’t, 11 November 2010
Jam 16.00 – 18.00 CET
Di Gedung EWI TU Delft Ruang D (dari pintu masuk utama lurus sampai ujung, belok kanan (karena tidak bisa belok kiri), naik tangga, ruang D di sebelah kanan tangga).

Tiada kesan tanpa kehadiran anda …

Sedikit abstrak untuk minum kopi besok:

THE PROBLEMS WITH PREMATURE DETERIORATION OF HIGHWAY PAVEMENTS IN INDONESIA.
WHAT ARE THE BEST POLICIES TO OVERCOME THEM?

ABSTRACT: Premature deterioration of highway pavements has become a major concern in Indonesia, for it significantly reduced the design life of most major highways to very short period. This paper elaborates the six main causes of the premature deterioration of highway pavements, and suggests the best policies to overcome them. The best policies consist of short-term and long-term measures, which require all the combined efforts from the government and public to bring them into reality.

Oct 13

KOPI Delft 15-10-2010

KOPI Delft Tidak ada komentar »

Setelah Jumat lalu, kita ber-LaTeX ceria.. minggu ini kita gelar lagi KOPI Delft..

Well.. Minggu ini kita punya tamu spesial dari Leiden.. Ardian Nata Atmaja

Beliau akan berbicara tentang “String Theory“.

Sedikit cerita,
teori spring ini dipercaya beberapa ilmuwan sebagai paripurna teori tentang alam semesta (ToE). Relativitas Einstein, Teori Bing Bang, Thermodinamika, Elektromagnetik, Gravitasi adalah sebagian kecil konsekuensi String Theory.. Namun benar kah demikian…? Adakah kaitan string theory dengan bidang ilmu lain (ekonomi misalnya)…? Kita akan kupas tuntas masalah ini dalam diskusi hangat a la KOPI.. So.. ditunggu kehadirannya..

LOKASI : Room G, Gedung EWI, TUDelft.

Abstrac:
As one of the most important developments in string theory, the AdS/CFT correspondence(or in general gauge/gravity correspondence) encodes a way of using string theory to perform non-perturbative calculation in gauge theory which is still a complicated problem. It is based on holographic principal which states that the description of a volume of space can be thought of as encoded on a boundary of that region. It was firstly formulated as the correspondence between weakly coupled gravity theory with AdS (Anti de Sitter) space-time background and strongly coupled gauge theory with conformal symmetry in one lower dimension. One application of AdS/CFT is to compute some of observables of sQGP such as photon and dilepton production rates, mean-free path time of the plasma constituents, and anisotropic drag force effect to the elliptic flow.

Sep 29

KOPI Delft – 1/10/10

Informasi, KOPI Delft Tidak ada komentar »

Minggu ini akan ada KOPI Delft. Kami dari tim penyelenggara mengundang teman-teman hadir.

Tanggal:  1 Oktober 2010

Jam: 16.00 – 18.00

Lokasi: Room F – EWI – TUDelft

Pembicara: Yugi Sukriana, MSc

Topik: Fakto Non-Teknologi dalam berTeknologi

Pengantar :

Menengok teknologi dari samping: faktor-faktor non-teknologi dalam berTeknologi

Oleh: Yugi Sukriana

Sains dan Teknologi diyakini sementara -arus utama- kalangan sebagai faktor utama yang berpengaruh dalam pembentukan sendi-sendi kehidupan modern. Tak heran, jika banyak anak-anak muda yang tergolong pandai, mempelajari sains dan teknologi dengan berbagai macam motivasi untuk eksis di dalam dunia modern tersebut, dari mulai motivasi pragmatik-individualistik(*) untuk bisa ‘hidup’ dari kemampuan sains dan teknologi, maupun motivasi idealistik-sosialitik(**) yang meyakini bahwa teknologi yang dia geluti akan memberikan dampak positif kepada masyarakat baik itu pada tataran lokal maupun global. Perubahan dan kemajuan yang sangat cepat yang kita saksikan bersama setelah introduksi sebuah teknologi kedalam masyarakat memperkuat keyakinan bahwa sejumlah masalah sosial bisa diselesaikan dengan teknologi. Namun apakah hanya itu narasi tentang teknolgi? Bisakah sebuah teknofak (artefak teknologi) secara inherent bersifat sosial, kultural, ekonomikal atau bahkan politikal? Pada Kopi Delft kali ini, saya mengajak kita semua mendiskusikan teknologi dari beragam sudut pandang, tidak hanya dari ‘dalam’, dimana kita semua sebagai insinyur dilatih untuk itu, tetapi juga dari ‘samping’, untuk memunculkan berbagai kemungkinan tentang sifat-sifat lain yang ¾barangkali¾ dimiliki oleh teknologi.

(*) mohon untuk tidak ditafsirkan secara negatif

(**) mohon juga untuk tidak ditafsirkan secara terlalu positif/heroik

Untuk kawan-kawan angkatan baru, KOPI Delft adalah acara diskusi dwi-mingguan PPI Delft. Di sini kita bisa sharing pengetahuan, diskusi masalah teknologi, sosial, art. Topiknya bisa masalah teknis maupun diskusi yang level kebijakan. Semua kita diskusikan secara informal sambil ber-snack ria. Termasuk topik yang akan dipresentasikan oleh kawan kita Yugi. Kita akan diskusikan masalah-masalah non-teknis dalam teknologi.

So.. kita tunggu Jumat besok, kumpul-kumpul… di tunggu yach..

o ya.. karena tanggal 1 Oktober besok hampir tepat 1 tahun sejak penetapan batik sebagai warisan budaya oleh UNESCO (harusnya 2 Oktober ;p) sekaligus memperingati hari Kesaktian Pancasila (yg ini maksa ;p), kami berharap sekali teman-teman hadir dengan pakaian Batik.

Salam,

a.n Tim Kajian Ilmiah

Dec 03

KOPI Delft 16

Aktifitas PPI, Informasi, KOPI Delft 1 Komentar »
Dear Teman2 PPI Delft,
Tidak terasa tahun 2009 akan segera berakhir. Demikian juga acara KOPI Delft untuk tahun 2009 ini akan diakhiri dengan presentasi oleh : Robby Tan. Beliau adalah Ass. Prof di Department of Information and Computing Sciences, Utrecht University.
Waktu dan tempat : Jumat, 4 Desember 2009, Jam 16:00 s/d 18:00. Lecture Room E, Gedung Fakultas 3ME. TU Delft
Kali ini Pak Robby akan mengupas tentang computer vision. Nah bagi yg belum pada tau apa itu Computer vision, Ayooo kita ramaikan KOPI delft 2009 yg terakhir ini….!!!
Physics-based Computer Vision
———— ——— ——— ——— ——— —–

The world contains abundant visual information. The main task of computer vision is to acquire, extract and interpret that information into meaningful representations. Over decades of development, computer vision has become a field with multiple aspects and approaches emerging from diverse disciplines and applications. One of the important approaches is physics-based computer vision (or physics-based vision, for short) which in principal utilizes physical models of the world to extract visual information. This approach has become one of the core topics in computer vision, since visual information is in fact spatial collections of light rays that are emitted, transmitted, scattered, absorbed, and reflected according to physical laws. While it has significantly contributed to the development of computer vision, physics-based vision has also played crucial roles in computer graphics and virtual reality, since to arrive at realistic image rendering, one should employ physical models of the world and their parameters.

Nov 19

KOPI Delft 15

Aktifitas PPI, Informasi, KOPI Delft Tidak ada komentar »

Dear Teman2 PPI Delft,

Mengingat tgl 27 nov Insya Allah akan bertepatan dengan Idul Adha, serta ketersediaan waktu pembicara, Maka KOPI Delft ke 15 akan diadakan Jumat ini, tgl 20 Nov 2009.

Kali ini kita mengundang peniliti Indonesia yg saat ini bekerja di NLR (Nationaal Lucht- en Ruimtevaartlaboratorium). Dr.Ir. Bambang Soemarwoto akan berbagi pengalamannya selama bekerja di lembaga riset NLR.

Tempat dan waktu : Gedung 3ME, lecture Room E (Robert Hooke). jam 16:00 s/d 18:00. Ayooo datang, biar acara KOPI lebih semarak lagi.

Salam

Kuncen KOPI Delft.

Abstrak: Sejak tangis pertama saat manusia dilahirkan hingga hembusan nafas di akhir hayatnya, udara dengan setia memenuhi syarat-syarat kehidupan jasad manusia, dari detik ke detik, dari jaman ke jaman. Walaupun demikian, kita sering tidak menyadari betapa besar peranan udara dalam kehidupan dan peradaban umat manusia. Wajar saja, karena udara tidak bisa dilihat wujudnya, tidak kasat mata, sehingga kita cenderung mengabaikannya. Karena itu pula mengenal sifat-sifatnya tidaklah mudah.

Udara merupakan medium yang dapat membangkitkan fenomena dengan kekuatan yang dahsyat. Kekuatan yang di satu keadaan dapat bermanfaat bagi umat manusia, tetapi dalam keadaan lain justru membawa musibah. Presentasi akan berkisar pada ulasan berdasarkan pengalaman dalam mencoba mengenal perilaku udara, mengaturnya, menyalurkannya, memberinya penampakan, yang sebagian besar disajikan dalam konteks
penelitian berkaitan dengan ilmu dan teknik penerbangan.

Untuk membawa dimensi Indonesia ke dalam kolokium, akan disinggung juga beberapa perkembangan di Indonesia yang sempat teramati, sambil membahas kemungkinan apa saja yang dapat dijajaki untuk memperbaiki suasana riset dan akademik di tanah air.

Nov 11

KOPI Delft season 2 eps 14 (terhitung dari season 1)

Aktifitas PPI, Informasi, KOPI Delft Tidak ada komentar »

Dear all,

KOPI Delft akan kembali diselenggarakan. Kali ini adalah episode ke 14. Dengan Tema yang akan dibawakan adalah: Clean Water and Good Sanitation
Kegiatan ini akan dilangsungkan  pada Jum’at (seperti biasa), 13 November 2009 pukul 16-18 waktu setempat (red: yang berarti adalah di gedung EWI, LIPKENS ZAAL, LB1.150).

catatan: agar presisi dalam hal waktu, harap kali ini menyocokkan jam anda dengan jam yang ada di gedung EWI. Bagi yang belum tahu atau belum pernah tahu lokasi gedung EWI, bisa merujuk pada peta kampus TU Delft.

Pembicara adalah  Rini Firdaus.

Adapun sedikit pengantar dari pembicara kita adalah sebagai berikut:

Anda pernah mendengar nama “Unicef”?  apa yang ada didalam pikiran anda jika mendengar nama tersebut? Ya, tentunya teringat wajah anak-anak di Afrika dan di beberapa negara miskin lainnya yang serba berkekurangan, bukan? Perut yang buncit, kulit yang kotor, dan makan minum seadanya. Dan Unicef selalu ada disaat mereka membutuhkan bantuan. Walaupun demikian, pasti anda tahu kalau kegiatan Unicef juga menjangkau Indonesia. Bisa kita lihat dari beberapa bencana alam seperti tsunami di Aceh dan gempa bumi di Sumbar baru-baru ini, Unicef aktif menyumbang untuk kepentingan makanan, minuman serta pendidikan disana.

Sebagai salah satu negara maju, kegiatan Unicef di Belanda lebih diutamakan untuk mencari dukungan dana dari masyarakatnya. Bahkan anak-anak di Belanda justru diajak peduli terhadap kehidupan temannya di negara-negara miskin, dan turun ke lapangan untuk penggalangan dana dan mensosialisasikan program Unicef. Peran saya di Unicef Delft adalah untuk menjembatani hubungan dan mempererat komunikasi antara Unicef Delft dengan kalangan mahasiswa, terutama yang bersekolah di kota Delft. Jika anda merasa punya masukan/ide untuk kegiatan mahasiswa bagi Unicef, mari kita bergabung di acara Kopi Delft tanggal 13 November 2009  dan bertukar pikiran. Barangkali ada yang bisa kita lakukan bersama.

Demikian undangan kami sampaikan.
Atas nama tim KOPI Delft, saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya. Kami sangat mengharapkan kehadiran teman-teman semua.

TIM KOPI Delft

Entri Sebelumnya
Powered by WordPress .::. Designed by SiteGround Web Hosting .::. Customized by Divisi Website PPI Delft

cssandhtml