To The Netherlands I: Pre-Departure
oleh: Jimmy Tanaya (tanaya.geo@yahoo.com), Stuneders 2005, kuliah di Wageningen
PRE-DEPARTURE
Ada 4 bahasan utama yang saya rasa penting:
1. Administrasi keberangkatan (surat, akte, dll).
2. Logistik (shopping lists).
3. Housing di Belanda
4. Tips survival hari-hari pertama (lebih lengkap di “Living in the Netherlands”)
1. Apa yang pertama-tama perlu saya lakukan tanpa memakan banyak waktu?
Syukuri dan siapkan mental anda. Cari tahu apakah anda sendirian di kota tersebut, bila tidak, hubungi alumnus/mahasiswa Indonesia/PPI setempat. Kenalkan diri anda, dan biasanya mereka sudah memiliki tips spesifik mengenai persiapan kuliah & hidup di kota tersebut. Milis Stuned 2005 (stuned2005@yahoogroups.com) juga perlu dikunjungi, baca dahulu semua files dan e-mail awal yang ada.
URL penting:
http://www.ppibelanda.org/index.php?option=com_weblinks&catid=13&Itemid=23
Bila sendirian, cari kontak terdekat di kota anda. Misal Ede & Wageningen itu dekat.
2. Apakah perlu membawa legalisasi/transkrip akte lahir?
Tergantung kota masing-masing, kadang masih perlu, kadang tidak. Kalau tidak perlu, lanjut ke nomer 5. BTW, urusan akte berkaitan dengan pihak IND bukan universitas.
3. Bagaimana cara mengurus legalisasi akte lahir?
Ok, jadi kota anda mensyaratkan akte lahir. Pertama, akte lahir yg bisa digunakan adalah akte “baru” alias berumur paling lama 5 tahun. Kemungkinan besar akte lahir anda dikeluarkan puluhan tahun yang lalu, maka perlu diperbarui (kutipan).
Urusan perbaruan:
Hubungi catatan sipil tempat kelahiran anda, mereka akan menanyakan alasan anda (demi kepraktisan, alasan hilang sering digunakan). Mereka akan memberitahukan persyaratannya. Lama pengurusan mungkin sekitar 7-10 hari.
Bila memakai alasan “hilang”, mungkin memerlukan surat keterangan “hilang” tersebut, pergi saja ke kantor polisi. Biasanya yang diperlukan di kantor polisi adalah Kartu keluarga dan KTP.
4. Bagaimana cara mengurus legalisasi penterjemahan akte lahir?
Bagus, anda sudah memperoleh kutipan akte lahir. Kalau mau mudah, hubungi agen penerjemah tersumpah. Hati-hati pilih agen. Agen di jalan Saharjo yang selama ini terpercaya, relative murah, dan pasti.
Bila ingin mengurus sendiri:
(diambil dari Ilan Asqolani, http://groups.yahoo.com/group/stuned2005/message/309?l=1):
Abis memperbarui ke Dep Hukum and HAM untuk legalisasi terus ke Deplu abis itu ke Dutch Embassy. baru deh ditranslate. hanya penterjemah tertentu yang diakui oleh Dutch Embassy yang bisa nerjemahin and yang paling gampang sih ya Saharjo tadi. abis itu untuk proses akhir balik lagi ke Dutch embassy (jadi dating ke Dutch Embassy 2 kali dengan masing2 kedatangan bayar Rp. 307.500,-).
(diambil dari Tomi Haryadi, http://groups.yahoo.com/group/stuned2005/message/311?l=1):
Ternyata ngurus akte kelahiran itu gak terlalu rumit, asal bisa meluangkan waktu sedikit. Bagi yang sama sekali belum punya akte, bisa disiapkan :
1. Fotokopi ijazah SMA.
2. Fotokopi Kartu Keluarga,
3. Fotokopi KTP,
4. Fotokopi akte kenal lahir (kalo ada).
Trus bawa ke kelurahan minta surat pengantar ke catatan sipil (langsung jadi), trus ke catatan sipil wilayah masing2 (jakarta timur, barat, dsb…). Tunggu 1 atw 2 hari akte lgsng jadi. Jangan lupa minta kopian yang dilegalisir sekalian. Trus tinggal bawa ke depkeh (di sela2 jam istirahat aja), deplu, ke kedutaan, terjemahin (di saharjo 39 aja, 10 menit dari kedutaan belanda), dan ke kedutaan lagi. Emang keliatan repot, tapi kalo dicicil gak begitu terasa. Jauh lebih hemat urus sendiri.
5. Bagaimana dengan urusan medical check-up (vaksin, thorax, dll)?
NEC akan mengirimkan form tersebut. Ikuti saja semua yang ada di dalam form. Namun terkadang ada beberapa vaksin yang sudah habis sementara batas waktu pengiriman kembali sudah dekat, maka hubungi NEC mengenai keharusan mengambil vaksin tersebut. Kewajiban mengambil vaksin memang berkaitan erat dengan ijin masuk ke Belanda. Hubungi rumah sakit, dokter keluarga, maupun laboratorium setempat. Urusan kesehatan memakan waktu beberapa hari (tidak semua vaksin boleh diambil bersamaan). Akan lebih mudah bila masalah kesehatan diurus secara bersama oleh stuneders di kota anda. Jadi ada teman ngobrol juga kan.
6. Apa saja yang perlu dibawa ke Belanda?
Bisa lebih murah dan bagasi bisa di isi dengan barang lain. Barang-barang 2nd hand di belanda murah banget harganya, padahal masih sangat layak dipakai. Wah jadi nanya shopping list nih heheheh: (Ada file khusus shopping list di milis stuned2005).
- Pakaian secukupnya, baju hangat sebaiknya dicari di belanda saja.
- Obat-obatan pribadi (pusing, maag, flu, masuk angin, dan antibiotik).
- Makanan untuk 2-3 hari awal (mie bukan beras!)
- Bila perlu, HP, Laptop, dan kamera digital.
PS: ini rangkuman pengalaman dari yang belum di Belanda dan saat sudah di Belanda
7. Perlu nggak sih membawa rice cooker, baju hangat (long john), dll?
Tergantung anda, kalau ada space di koper, ya silahkan bawa. Perlu diketahui, harga rice cooker di Belanda juga nggak beda jauh dengan harga rice cooker mini di Indonesia. Hubungi mahasiswa Indonesia di kota tersebut, bisa jadi ada barang warisan. Baju hangat, sebaiknya beli di Belanda, kecuali bila anda sampai di belanda pada kisaran bulan November-Maret (winter & early spring). Percaya atau tidak, anda bisa membeli 2nd hand winter coat seharga 5-10 Euro di Belanda. Membeli pakaian yang di produksi di Negara setempat juga menjamin kenyamanan dan kecocokan dengan iklim setempat (missal: baju hangat lebih ringan, tipis, dll).
Anda MASIH BISA memasak nasi tanpa rice cooker, caranya:
- Seperti biasa, cuci beras yang dibutuhkan.
- Masukan dalam panic, isi dengan air yang agak banyak.
- Masak dengan api besar sekitar 5 menit (tergantung banyaknya beras ya).
- Kecilkan api, dan masak terus sampai tingkat kelembutan nasi yang diinginkan. Semakin terlatih, akan semakin baik jadinya nasi tersebut.
- Buang air yang masih ada dan nasi siap dihidangkan hehehe.
8. Bagaimana dengan indomie & bumbu-bumbu?
Untuk survival awal, sangat perlu membawa mie. Bila anda sampai pada hari minggu, bawa mie sedikit lebih banyak. Toko, mal, tutup pada hari minggu. Kecuali anda ingin keluar uang untuk beli makanan, ya masaklah mie, atau utang beras hehehe.
Ada Toko asia (disebut “Toko” juga) yang menjual bumbu-bumbu Indonesia, India, Cina, dll. Anda juga bisa menemukan bumbu-bumbu tersebut di beberapa supermarket seperti C1000, Albert Hijn, Edah, dan Hoogvliet, namun bumbu tersebut lebih menjurus ke cita rasa setempat yang biasanya terasa aneh bagi lidah kita.
Bawa beberapa bumbu yang agak sulit mencari bahannya dan kompleks, seperti Rawon (tidak ada kluwek, atau susah banget carinya), soto, lodeh, masakan padang, dll. Selain menghemat waktu memasak, juga bisa mengobati kerinduan.
9. Saya masih bingung soal laptop, kamera digital, dan barang-barang elektronik lainnya, sebenarnya murah mana sih Belanda atau Indonesia?
Laptop produksi Jepang, kebanyakan murah di Indonesia. Coba cek harga laptop di Paradigit (www.paradigit.nl). HP umumnya masih bisa digunakan di belanda, saya waktu itu membawa Nokia 3210 saja masih bisa digunakan, apalagi generasi HP saat ini. Bisa juga beli HP di belanda, tapi nantinya kalau dibawa ke Indonesia perlu dibuka “SIM lock”nya. Oh ya, HP tidak perlu bagus-bagus, yang penting bisa SMS dan telepon. HP Indonesia biasanya tidak ada “SIM lock”, bisa digunakan di eropa.
Komputer sekolah sangat banyak, dan biasanya bisa digunakan siapa saja (tidak perlu berebut). Desktop pun harganya jauh lebih murah (again, 2nd hand), misal anda bisa dapat P4 sekitar 200 euros or less disini. Penggunaan desktop, menurut saya lebih nyaman. Tapi kalau anda bawa laptop, bisa beli “stand” khusus utk laptop disini (murah dan nyaman), lalu beli juga keyboard, supaya tidak capai mengetik. Yang penting, bawa installer programs yang anda butuhkan. Seperti biasa, dalam dokumen resmi, haram hukumnya untuk menyarankan membawa program illegal / bajakan. Anda tahu yang terbaik bagi anda dan terutama kantong anda J
10. SIM Card saya masih bisa dipakai tidak di Belanda?
Beberapa provider masih bisa. Kartu Halo fully compatible, tapi ya kebayang pulsa buat telepon kan. SMS mengikuti tarif local. Mentari hanya bisa buat menerima SMS, tanpa bisa mengirim. Umumnya kartu pasca bayar bisa digunakan secara penuh.
11. Khusus perokok, apakah merokok di Belanda itu mahal?
YA. Rokok termurah (kalau tidak salah “Camel”) sekitar 4 Euro/pak (equal 2 Kg Ayam). Ada juga yg lebih murah model linting sendiri. Jadi kalau anda perokok berat, agak bijaksana bila membawa cadangan rokok dari Indonesia (meskipun akan habis dalam waktu dekat). Cek batas maksimum rokok yang boleh dibawa.
12. Obat-obatan yang penting? (berkaitan dengan “urusan dokter”)
Dokter Belanda tidak mau mengeluarkan resep bila tidak benar-benar perlu. Kalau anda flu, demam, paling disuruh istirahat total dirumah. Jadi, bagi orang-orang yang sudah terbiasa minum obat seringan apapun sakitnya, anda perlu bawa obat. Antibiotik, flu, masuk angin, pusing, diare perlu dipertimbangkan untuk dibawa. Bawa secukupnya, kadang juga ada warisan obat yang melimpah ruah (cek kadaluarsa)
13. Siapa yang mengurus sewa kamar?
Anda sendiri atau universitas. Bila universitas yang menguruskan, berbahagialah! Bila mengurus sendiri, lagi-lagi hubungi mahasiswa setempat/alumni/etc. Situs penting: www.housingoffice.nl, www.kamernet.nl.
14. Sewa kamar bagaimana caranya ya?
Ada 2 macam, sewa penuh, dan sub-rent. Sub-rent artinya anda menyewa kamar orang lain pada saat orang tersebut sedang berpergian (thesis, internship, dll); kamar masih atas nama orang tersebut dan jangka waktu peminjaman tergantung negosiasi. Umumnya dengan sub-rent, anda tidak perlu pusing mencari perlengkapan kamar.
Sewa penuh, kamar atas nama anda dan jangka waktu peminjaman terserah anda. Harga sewa kamar umumnya tidak berbeda jauh atau bahkan sama.
Lihat di situs nomer 13, lalu hubungi mereka. Umumnya mengerti bahasa inggris. Atau hubungi mahasiswa Indonesia setempat. Oh ya, untuk awal-awal, tidak perlu mencari rumah/kamar yang sangat ideal. Nanti setelah anda sampai, anda bisa mencari dengan lebih tenang dan lebih tahu daerah mana yang cocok.
15. Ada yang minta down payment / jaminan, tapi saya nggak punya uang, bagaimana nih?
Masalahnya NEC baru mengirim uang kalau anda sudah tiba di Belanda dan kiriman uang masuk beberapa hari sesudah anda di Belanda (sesudah punya rekening Bank belanda). Untuk kasih jaminan ratusan euro memang berat. Minta bantuan universitas (bila mau) untuk negosiasi dengan landlord, atau kalau tidak ada jalan lain, pinjam mahasiswa Indonesia disana (lunasi segera setelah anda terima uang dari NEC!).
16. Apa yang harus saya lakukan dalam 3 hari pertama?
Lapor ke kepolisian dan gemeente setempat. Pihak wageningen bisa bernapas lega, karena diuruskan secara kolektif oleh universitas. Terkadang bila diperlukan untuk ijin tinggal, anda akan melakukan test thorax sekali lagi. Bagi perokok, ada rumour bahwa minum susu banyak-banyak sebelumnya bisa membuat paru-paru anda lebih kinclong saat di foto hehehe.
Bikin rekening Bank. Bisa pilih di ABN AMRO ataupun PostBank. Sama saja kok. Bila tidak dibantu universitas akan memakan waktu 1-2 minggu.
Cari tahu system kuliah di universitas anda. Tugas, ujian, buku, photocopy, dll.
Beli SIM card untuk mengirim kabar ke Indonesia (Ibu, anakmu sudah sampai dengan selamat J). Beli di Kantor Pos. Telfort memberikan tarif SMS yang murah. Bila ingin telepon ke Indonesia, gunakan VOIP. Murah sekali bisa hanya 2-8 cent/menit (utk telepon fixed line/rumah), HP sekitar 15 cpm.
Kirim surat ke pihak asuransi mengenai alamat baru di belanda.
Cari tahu siapa huisarts anda.
Cari sepeda, tidak perlu baru (rawan hilang). Yang penting ada rem, lampu, dan keranjang belanja, sudah cukup. Oh ya, beli juga beberapa alat tambal ban (kerjakan sendiri untuk menambal ban, mudah kok).
Kenali wilayah anda, supaya tidak tersasar. Rute penting, rumah-sekolah, dan rumah-supermarket hehehehe.
Cari komputer/laptop, bila tidak membawa laptop dari Indonesia. 2nd hand (untuk desktop) tidak apa-apa, anda kan bisa cek kondisi dulu.
17. Saya sudah menyiapkan point 1-13, apakah saya sudah siap?
Seharusnya sih sudah siap J. Oh ya urusan bebas fiscal ada dibagian bawah ini (point 19-22). Lalu nikmati hari-hari terakhir di Indonesia. Spend your precious moments with your loved one (family, significant others, etc), enjoy Indonesian food (believe me, you’ll miss them a lot) and prepare for everything. Cultural shock??? Selama anda tidak menganggap budaya “Indonesia” sebagai yang paling hebat, ya semuanya oke-oke saja. Semua budaya punya keunikan tersendiri. Lebih lengkapnya baca di “Living in the Netherands”.


